Kiai Said Minta Penentang Pancasila Tinggalkan Indonesia

Minggu, 22 Oktober 2017 – 16:48 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam peringatan Hari Santri Nasional ke-3 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (22/10). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta pihak-pihak yang tidak sepaham dengan Pancasila agar angkat kaki dari Indonesia. Kiai Said menyatakan hal itu pada saat peringatan Hari Santri Ketiga di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (22/10).

Menurut Kiai Said, sudah semestinya Pancasila tidak dipersoalkan lagi. Sebab, Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang tidak dapat dipertentangkan.

BACA JUGA: Hari Santri Nasional, Janji Jokowi yang Terealisasi

"Pancasila tidak boleh dipermasalahkan. Saya minta aparat bagi siapa yang mempermasalahkan Pancasila, tangkap! Jelas melanggar dasar undang-undang," katanya.

Di sisi lain, Kiai Said juga mengharapkan pihak-pihak yang sudah berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini patut diapresiasi. "Untuk yang menerima Pascasila silakan hidup di Indonesia, tapi untuk yang menolak dan masih mempermasalahkan Pancasila, silahkan hidup di Afganistan," tegas Kiai Said.

BACA JUGA: Anies Baswedan: Ini Bukan Akhir dari Puncak Baru

Lebih lanjut ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 itu mengatakan, setiap manusia Indonesia yang berideologi Pancasila merupakan saudara. Sebab, perbedaan suku, agama dan budaya bukan berarti harus mengikis persaudaraan.

"Kita semua dengan orang Papua, orang NTT atau dari Sumatera Utara itu saudara sebangsa setanah air. Persaudaraan sesama, sebangsa dan setanah air juga sesama umat manusia," ujar Kiai Said dalam peringatan Hari Santri yang mengangkat tema Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila dan NKRI itu.(cr5/JPC)

BACA JUGA: Nasir: Jangan Khawatir, Santri Tetap Sukses di Negeri Ini

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Santri, PKS Gelar Lomba Baca Kitab Kuning


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler