Kiat agar Produk Laris di Tengah Persaingan Bisnis

Senin, 27 Januari 2020 – 02:26 WIB
KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) yang bertajuk Smart Branding: Kiat Mengelola Brand untuk Tingkatkan Profit di Jakarta, Sabtu (25/1). Foto: Dok Pri

jpnn.com, JAKARTA - Alumnus Fakultas Psikologi UGM Silih Agung Wasesa menjelaskan, merek harus dikembangkan secara sistematis di tengah persaingan bisnis yang makin ketat.

Menurut Silih, ada enam langkah yang harus ditempuh untuk mengembangkan brand secara sistematis.

BACA JUGA: Kupas Tuntas Arti Penting Merek di KAGAMA Inkubasi Bisnis

Yakni, menentukan target market, mengetahui influencer pada target market, memahami hot button (dasar konsumen pengambil keputusan), menyusun konten pesan yang akan disampaikan, memahami konteks;, dan memilih channel sebagai media penyampaian pesan.

Silih mencontohkan sepatu merek X yang awalnya tidak begitu laku pada segmen anak SMA. Sebab, anak SMA tersebut lebih menyukai merek lain.

BACA JUGA: Munas ke-13 KAGAMA Lahirkan 13 Rekomendasi Strategis

Dalam situasi seperti ini, kata Silih, pemilik sepatu merk X perlu mengatur strategi untuk mempromosikan produknya.

“Dia bisa mencari orang yang berpengaruh atau influencer. Misalnya, ketua OSIS yang hobi olahraga dengan cara di-mention melalui media sosial dan diundang ke outletnya,” jelas Silih dalam KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) yang bertajuk Smart Branding: Kiat Mengelola Brand untuk Tingkatkan Profit di Jakarta, Sabtu (25/1).

Si ketua OSIS, lanjut Silih, ditawari untuk membeli sepatu tersebut dengan diskon 30 persen.

Dia menambahkan, kualitas sepatu merek X yang bagus dan harganya murah itu lantas diunggah di akun media sosial si ketua OSIS.

“Pemilik sepatu merek X bilang kalau temannya beli sebut nama ketua OSIS dapat diskon 15 persen.  Akhirnya teman-temannya membeli sepatu  brand X itu, dan yang sebelumnya membeli merek lain beralih membeli merek X,” tutur Silih.

Direktur Eksekutif PP KAGAMA Hasannudin M. Kholil menjelaskan,  KIB merupakan program rutin pihaknya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi alumni UGM, khususnya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan bisnis.

“Kegiatan ini ditujukan untuk alumni UGM yang berminat memulai bisnis atau sudah memiliki usaha dan  ingin memperbesar usahanya,” ujar alumnus Fisipol UGM itu. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler