Kilang Mini TWU Beri Manfaat untuk Daerah

Jumat, 12 Februari 2016 – 23:30 WIB

jpnn.com - JAKARTA -- Hasil kajian terbaru Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada  menyatakan, keberadaan kilang mini milik PT Tri Wahana Universal di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur,  mendatangkan banyak manfaat bagi ekonomi dan sosial.

Menurut LPPM UGM, keberadaan kilang minyak mini TWU yang telah beroperasi sejak 2009 memberikan dampak positif bagi ekonomi dan sosial.

BACA JUGA: Sumba Barat Diguncang Gempa 6,6 SR, Berpotensi Tsunami?

Hasil studi yang dilakukan Maret 2015, itu mengungkap keberadaan kilang secara tak langsung turut mengurangi beban subsidi BBM pemerintah dan berkontribusi dalam ketahanan energi wilayah Jatim.

“Khusus untuk wilayah Bojonegoro dan Jawa Timur, TWU telah menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan sosial dengan menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan sektor-sektor lain," kata Peneliti LPPM UGM Eny Sulistyaningrum.

BACA JUGA: Pemilik Rumah Korban Tucano Minta Kontrakan Sementara

Di antaranya, ia menyebutkan yakni terciptanya lapangan kerja, mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru, dan meningkatkan pendapatan rumah tangga di Bojonegoro dan Jatim.

Menurut dia, dampak keberadaan kilang mini TWU telah dirasakan masyarakat lokal. Pada 2014 misalnya multiplier effect pengoperasian kilang minyak TWU mampu memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 1,3 triliun di tingkat Kabupaten Bojonegoro, Rp 2,6 triliun di tingkat Provinsi Jatim, dan Rp 9,8 triliun secara nasional. Dia menjelaskan, bila dihitung terhadap penduduk, maka multiplier effect nilai tambah pengoperasian kilang mini TWU sekitar Rp 896 ribu per kapita di level Kabupaten Bojonegoro, Rp 139 ribu di level Provinsi Jatim, dan Rp 40 ribu di tingkat nasional.

BACA JUGA: Rumah yang Tertimpa Tucano akan Jadi Monumen

Dari sisi tenaga kerja, multiplier effect pengoperasian kilang mini TWU mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 5.344 orang di tingkat Kabupaten Bojonegoro, 27.213 orang di tingkat Provinsi Jatim dan sebanyak 112.196 orang di level nasional.

Hasil kajian LPPM UGM juga menunjukkan, pengoperasian kilang mini TWU mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar Rp 112,7 miliar di tingkat kabupaten Bojonegoro, Rp 327,4 miliar di level Provinsi Jawa Timur, dan Rp 10,4 triliun secara nasional.

Adapun dalam skala nasional, keberadaan kilang mini TWU secara tidak langsung mengurangi impor BBM, sehingga bisa mengurangi beban subsidi. Sebab, alokasi minyak yang diolah TWU, mengurangi jatah impor BBM sejumlah yang sama.

Menurut catatan studi UGM, Train-1 kilang mini TWU memiliki kapasitas terpasang untuk memproduksi minyak mentah sebesar 6.000 barrel per hari dan mulai beroperasi pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2013, dengan ada penambahan train-2, kilang milik TWU saat ini mempunyai kapasitas terpasang sebesar 18.000 barrel per hari.

Sementara itu Kepala Pusat Kajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa menjelaskan konsep kilang mini itu secara otomatis akan menciptakan efisiensi dan memangkas biaya transportasi.

“Kilang mini itu dibangun sesuai kebutuhan di wilayah sekitar, dan mengoptimalisasi peluang bisnis di suatu daerah,” jelas Iwa, saat dihubungi wartawan. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Ada Black Box, Insiden Tucano masih Misteri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler