Kilang Pertamina Internasional Kukuhkah Posisi dalam Transformasi Bisnis Kilang dan Petrokimia

Sabtu, 11 September 2021 – 20:45 WIB
PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) RDMP Balikpapan. Foto: Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akhirnya mengelola sepenuhnya bisnis dan operasi kilang di Indonesia sebagai sebuah entitas usaha yang mencetak profit.

Sebelumnya, PT KPI yang merupakan induk Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, sejak Juni 2020 lalu mendapat mandat untuk mengelola sektor kilang dan petrokimia Pertamina di Indonesia.

BACA JUGA: Pertamina Dukung Transformasi PIS jadi Subholding Integrated Marine Logistics

Pasca penandatanganan dokumen legal (legal end-state) pada 1 September, proses restrukturisasi Pertamina sebagai Holding BUMN Migas yang dirintis sejak tahun 2018 resmi rampung.

Direktur Utama PT KPI, Djoko Priyono mengatakan optimistis penandatanganan dokumen legal itu merupakan sebuah momentum dan titik awal PT KPI melakukan transformasi bisnis model kilang dan petrokimia guna mewujudkan visi ‘profitable refinery’.

BACA JUGA: Proses Transformasi Rampung, Begini Strategi Pertamina Patra Niaga

"Kami fokus menjalankan operational excellence dan keandalan kilang. Kini, PT KPI memiliki misi baru untuk mencetak laba, atau biasa disebut profit-centered entity," kata Djoko Priyono di Jakarta.

Sebagai induk Subholding Refining & Petrochemical, PT KPI kini membawahi 6 unit kilang di Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Kasim.

BACA JUGA: Resmikan Subholding, Pertamina Siap Kejar Target Nilai Pasar USD 100 Milyar

Selain itu, Djoko mengatakan KPI mengelola proyek strategis pengembangan kilang Balikpapan yang dikelola PT Kilang Pertamina Balikpapan dan pembangunan kilang baru¬grassroot refinery GRR Tuban yang dikelola PT Pertamina Rosneft Pengolahan & Petrokimia.

Djoko menegaskan kembali legal end-state menandai restrukturisasi bisnis membuka banyak peluang dan manfaat bagi PT KPI.

Manfaat pertama adalah bertambahnya kelincahan operasional di lingkungan PT KPI dan tercermin dalam capaian kinerja positif per-Juli 2021.

"Hingga Juli 2021, PT KPI berhasil mencapai kinerja operasional yang melewati target RKAP, termasuk produksi produk BBM dan Petrokimia bernilai tinggi, optimasi kilang, serta efisiensi biaya kilang’, ujar Djoko.

Selain itu, restrukturisasi bisnis Pertamina juga memiliki dampak positif dalam pemberian kewenangan PT KPI dalam pengelolaan aspek perencanaan kilang, optimasi kilang, dan pemasaran produk.

"Kami memiliki otorisasi dalam pemilihan Crude dengan nilai keekonomian tinggi dengan tetap menunjang efisiensi usaha," ujar Djoko.

Manfaat lain dari restrukturisasi adalah sinergi yang terbentuk antara PT KPI selaku induk Subholding Refining & Petrochemical dengan Subholding lain di lingkungan Pertamina.

"Pada aspek pemasaran produk, kami miliki prioritas sinergi lewat penjualan produk bernilai tinggi ke Subholding-Subholding terkait," pungkas Djoko. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Perkuat Suplai CNG dan Kondensat di Jawa via Mother Station Blora


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Tim Redaksi, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler