Kinerja Jenderal Listyo Sigit Masih Mendapat Apresiasi Meski Polri Diterpa Kasus Ferdy Sambo

Minggu, 18 September 2022 – 05:38 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kelas menengah intelektual Indonesia masih mengapresiasi kepada kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meski institusi yang dipimpinnya diterpa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang melibatkan eks Kadiv Humas Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan sejumlah anggota Polri.

Apresiasi itu diberikan karena Jenderal Listyo Sigit mampu menjaga stabilitas Polri dan memproses kasus pembunuhan Brigadir J secara transparan dan terbuka.

BACA JUGA: ART Acungi Jempol untuk Ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Hal ini terungkap dalam hasil terbaru survei dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bekerja sama dengan Indonesian Publik Institute (IPI) dan Indonesian Club (IC) yang dilakukan sejak 30 Agustus sampai 12 September 2022 terhadap kelas menengah intelektual, yang terdiri dari para dosen/pakar, peneliti, anggota LSM/NGO dan aktivis/seniman di 34 provinsi.

Survei ini bermaksud mengukur pandangan kelas menengah intelektual terhadap kinerja 45 pimpinan lembaga negara dan para menteri  dalam Kabinet Indonesia Maju selama semester I Tahun 2022.

BACA JUGA: Kapolri Jenderal Listyo: Tak Ada Teguran Lagi, Langsung Copot!

Lima hal yang diukur dalam survei ini adalah popularitas, pengaruh, kontroversial, keunikan, relevansi, dan kontribusi pemikiran.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah purpose sampling di mana subyek yang dituju sebagai sampel memiliki kriteria khusus seperti profesi dan bidang keilmuan dengan jumlah sampel sebayak 800 responden dengan margin of error sebesar 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Survei LPI: Kepala BIN Budi Gunawan Tokoh Paling Berpengaruh

“Gejolak internal terkait kasus yang sedang ramai membawa beban berat bagi Polri dan Kapolri sendiri. Namun kelas menengah intelektual Indonesia dalam survey ini justru masih memberikan apresiasi yang positif karena Kapolri mampu menjaga stabilitas institusi meskipun tekanan datang dari mana-mana,” ujar Peneliti LPI Febri Wahyuni Sabran dalam acara rilis hasil survei bertajuk 'Tokoh Paling Berpengaruh Selama Semester 1 Tahun 2022 Pemerintahan Joko Widodo menurut Pandangan Kelas Menengah' di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Febri mengatakan Kapolri masuk dalam 10 pimpinan lembaga dan menteri yang paling berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan Jokowi.

Bahkan, Kapolri berada di urutan ketiga dengan skor 2,38 dengan skala 0 sampai 4. Kapolri, kata Febri, kuat pada aspek pengaruh terhadap perbaikan internal.

“Responden menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit memberikan pengaruh positif terhadap internal institusi yang dipimpinnya. Responden menyoroti pengaruh kepemimpinan Listyo Sigit dalam mengusung sekaligus mengimplementasikan visi Presisi atau Prediktif, Responsibility dan Transparansi Berkeadilan yang direalisasikan secara kongkrit," kata Febri.

“Dalam aspek internal responden mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Sigit yang secara tegas menyatakan bila ada laporan publik terkait pelanggaran anggota Bhayangkara, maka pihaknya tidak lagi memberikan sanksi tetapi langsung dipecat,” ungkap Febri lagi.

Pada kesempatan itu, Pendiri LPI Boni Hargens yang juga dikenal sebagai analis politik senior di Indonesia itu mengaku tidak heran dengan hasil survei yang digelar LPI dengan IPI dan IC.

“Hasil survei yang menempatkan Kapolri sebagai salah satu tokoh terbaik, yang paling berpengaruh dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun 2022 ini menunjukkan bahwa Polri masih dicintai rakyat,” kata Boni.

Boni mengakui adanya penumpang gelap yang berusaha menyudutkan Polri dan Kapolri dengan memanfaatkan kasus-kasus yang belakangan muncul di ruang publik.

Namun, kata dia, hal itu tidak mengurangi apresiasi terhadap kerja keras dan leadership dari Kapolri Listyo Sigit.

“Saya sendiri yakin betul, Polri akan bangkit dengan cepat selama rakyat masih mencintai Polri. Untuk itu, waspadai tiap gerakan penumpang gelap yang anti-Polri supaya ke depan Polri makin kuat,” tegas doktor filsafat (Ph.D) lulusan terbaik dari Universitas Walden, Amerika Serikat, tersebut.

Direktur Well-Being Institute, Jadi Suryadi, yang juga hadir dalam acara launching survei tersebut memberikan catatan kritis. Menurut Jati, hasil survei LPI Cs perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah negara ke depan.

“Perlu ada dialog yang rutin antara masyarakat dan negara melalui kajian ilmiah seperti ini. Sasarannya tentu positif untuk mendekatkan masyarakat dengan negara dan sebaliknya. Polri misalnya, benar-benar sedang dalam tekanan, tetapi masyarakat terdidik justru mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit sebagai terekam dalam hasil riset ini,” ungkap Jadi.

Jadi Suryadi juga menyinggung Panglima TNI Andika Perkasa yang masuk daftar tokoh terbaik atau yang paling berpengaruh dalam pemerintahan saat ini.

“Itu artinya, TNI kita memang dicintai rakyat dan kinerja Panglima patut diacungi jempol. Narasi macam ini positif untuk menguatkan negara di tengah beragam ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri. Kita butuh dukungan masyarakat untuk menjaga negara kuat dan maju” pungkas Jadi.

Hasil survei LPI menempatkan 10 kepala lembaga dan menteri sebagai tokoh yang paling berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan Jokowi.

Adapun 10 tokoh tersebut adalah Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dengan skor 2,39, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dengan skor 2,38; Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dengan skor 2,38; Menko Polhukam Mahfud MD dengan skor 2,38; Menteri Badan BUMN Erick Thohir dengan skor 2,38.

Selanjutnya, Menparekraf Sandiaga Uno dengan skor 2,35; Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan 2,35 skor; Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan skor 2,34;  Mendagri Tito Karnavian dengan skor 2,33; dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan skor 2,32.(fri/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler