Kini Rumput Laut Dijadikan Dodol dan Kerupuk, Rasanya Itu Loh...

Senin, 18 April 2016 – 19:54 WIB
Seorang petani sedang memanen rumput laut. Foto: Kaltim Pos/JPNN

jpnn.com - LOMBOK - Universitas Darma Persada, Mitsui & Co. Ltd, dan Koperasi Cottoni mengembangkan pengolahan rumput laut berbasis energi terbarukan. Hasil olahan itu dijadikan produk makanan.

"Dodol dan kerupuk," kata Ketua Koperasi Cottoni Syaifuddin di Desa Seriwe, Lombok Timur, Senin (18/4).

BACA JUGA: PLN Mampu Lakukan Penghematan Hingga Rp 10 miliar

Syaifuddin menyatakan, dalam mengolah rumput laut, pihaknya dibantu oleh 20 orang perempuan. Salah satunya adalah Rofina Andriani.

Rofina menuturkan, mereka biasanya mampu memproduksi tiga kotak dodol. Untuk meningkatkan cita rasa dodol, mereka menambah varian rasa dan gula.

BACA JUGA: Lihat Nih! Bus AKAP Vs Truk Tangki, Begini Jadinya

"Misalnya saja ada rasa anggur dan jeruk," ucap Rofina.

Saat ini, Rofina menjelaskan, dodol dan kerupuk belum dijual ke masyarakat. Namun, tidak tertutup peluang, hal itu akan dilakukan ke depannya.

BACA JUGA: Pengawasan WNA di Banten Diperketat

"Dodol satu kemasannya dijual dengan harga Rp 20-25 ribu. Sedangkan, kerupuk akan dijual Rp 10-15 ribu per kemasan," ungkapnya.(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seriwe Diharapkan Jadi Model Desa Mandiri Energi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler