Kisah Reno, Usai Digigit Anjing Kini jadi Paranormal Kondang

Sabtu, 28 November 2015 – 17:26 WIB
Paranormal cilik Reno Cahyadi Damanik. Foto: Sondy Sipayung/Metro Siantar/JPNN

jpnn.com - RENO Cahyadi Damanik makin tenar. Nama remaja kelahiran 10 Januari 2000 itu kini semakin mocer, dikenal sebagai seorang paranormal cilik.

Ini setelah “penerawangannya” berhasil memecah kebuntuan pencarian korban hanyut di Sungai Bah Binoman, Huta Sirpang Sigodang, Kecamatan Panei, Simalungun, Sumut, Kamis (26/11).

BACA JUGA: Kegigihan Pejuang Sanitasi di Biak Numfor agar Warga Tak Buang Apuy Sembarangan

SONDY SIPAYUNG - SIMALUNGUN

Saat berbincang dengan wartawan Metro Siantar (Jawa pos Group/JPNN) di kediamannya, Jumat (27/11), ia bercerita bahwa pada Rabu (25/11), ia diajak temannya ke lokasi orang hanyut di Bah Binoman. Ia pergi bersama empat temannya.

BACA JUGA: Di Rutan Guntur seperti di Tanah Suci, SDA sebagai Guru Mengaji

Setibanya di lokasi, mendadak ia merasa sakit kepala dan meminta pulang. Saat di rumah, ia tertidur. Tidak berapa lama, ia bermimpi tentang lokasi korban hanyut tersebut. Ia juga mengatakan bahwa ompung (kakek) ‘penghuni’ sungai itu langsung datang ke mimpinya dan memberitahu lokasi korban.

Dalam mimpinya, ia harus ditemani seorang paranormal asal Batu Dua Puluh bernama Maman Damanik. “Harus bersama Ompung Maman itunya baru bisa keluar itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Mengintip Konsep ala Korea di Pernikahan Putri Papa Novanto

Tak berapa lama, ia terbangun dan terkejut. Ia kembali ke lokasi tersebut dan berkata, “Payah pe kaluar in, lape ibere Oppung ai (masih sulit itu dapat, belum dikasih ‘penghuni’ sungai ini)”.

Ucapannya itu sontak membuat warga penasaran dan memberitahu kepada keluarga. Akhirnya keluarga mendatangi Reno. Reno kemudian menyarankan agar keluarga korban pergi ke Batu Dua Puluh menemui Maman Damanik, agar sudi membantu Reno dalam proses pencarian.

Keesokan harinya, Kamis (26/11), Maman Damanik langsung pergi ke SMPN 3 Merek Raya untuk minta izin ke pihak sekolah untuk membawa Reno ke lokasi jatuhnya supir truk tersebut.

Mereka lalu pergi ke tempat kejadian untuk kembali melakukan ritual dan pencarian. Saat itu, sudah ada keyakinan dalam dirinya bahwa ia dan Maman Damanik akan menemukan korban hanyut tersebut.

“Paling lama pukul 16.00 WIB, (jasad) itu sudah sampai di sini,” sebut Reno saat itu. Ternyata benar. Jenazah korban ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB.

“Sebenarnya ompung (penghuni sungai, red) itu baik, tapi kali ini dia sangat marah sehingga selama ini baru dapat,” ujar Reno tanpa merinci apa yang menyebabkan penghuni sungai itu marah.

Dikatakan, korban berada di dalam liang batu yang arusnya cukup deras dan airnya itu berputar seperti putaran gasing. Itu yang mengakibatkan korban tidak dapat keluar.

Dua tahun silam, tepatnya tahun 2013, ternyata Reno juga sudah pernah melakukan hal yang sama. Kejadian itu bertempat di Sungai Bah Hutailing. Saat itu ada perempuan hanyut dan ia berhasil menemukannya, juga bersama Maman Damanik yang ikut membantu.

Bagaimana Reno mendapatkan indra keenam?

Diceritakan, kemampuan gaib bermula saat ia duduk di bangku kelas 2 SD, saat ia digigit seekor anjing. Sesaat telah disuntik dan sembuh, ia melihat makhluk halus yang sewajarnya tidak dapat dilihat semua orang dan orangtuanya mengatakan agar dia jangan takut.

Habonaron do na roh bam in (kebijaksanaan yang datang menghampiri kau itu),” ujarnya ayahnya G Damanik dan ibunya Hotmariani Saragih.

Sementara, ibunda Reno, Hotmariani Saragih, mengatakan bahwa anak kedua dari empat bersaudara itu adalah seorang penurut pada orangtua.

“Ia mau membantu saya ke ladang dan mengerjakan pekerjaan rumah. Ia juga orangnya jujur,” sebut Hotmariani.

Dan, saat keluarga korban memberikan dia uang, Reno tidak mau memegangnya. “Pegang mamaklah ini,” sebut Reno kepada ibunya.

Hal senada dikatakan amborunya (saudara perempuan ayah, red), Senni Damanik. Menurut Senni, Reno adalah seorang pendiam.

Terpisah, Rustam Saragih selaku kepala sekolah Reno yang ditanyai tentang keseharian Reno di sekolah, mengatakan bahwa Reno adalah anak yang baik, tidak pernah membuat keonaran di sekolah, tak pernah berkelahi. “Laporan guru pun tidak pernah ada tentang dia yang mengatakan dia bandal,” ujar Rustam.

Yawi (15), teman sekolah Reno mengaku bahwa temannya itu sangat ramah. “Dia juga baik, kok berteman. Biar ketemu dimana, dia pasti selalu menyapa,” sebut Yawi.

Teman-teman Reno, termasuk gurunya di sekolah, mengaku tidak mengetahui bahwa Reno memiliki ‘kelebihan’ karena dalam kesehariannya tidak ada hal aneh yang diperlihatkan Reno. (ara/ms/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ternyata, Tommy Winata yang Memberi Angin Segar bagi PTDI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler