Kisah Sarung Untuk Affandi yang Telanjang, dan Topi dari Blanco

Sabtu, 16 Januari 2016 – 05:18 WIB
Antonio Blanco (kiri) dan Usman Nabhan. Repro foto dok Keluarga Nabhan

jpnn.com - Jarum jam belum mantap menunjukkan pukul 7 pagi, saat seseorang dengan pakaian putih lusuh duduk di emperan sebuah toko buku di kawasan Surabaya Utara. Menenteng gulungan kanvas berukuran sekitar satu meter, pria tadi terus menoleh ke kanan dan kiri. Melihat apakah si empunya toko sudah datang atau belum.

Tak seberapa lama menunggu, tiba-tiba ada seorang pemuda dengan cekatan berjalan mendekati toko dan membuka gembok yang menggantung di pintu. ”Pak Usmannya ada?” tanya pria berpakaian putih tadi.

BACA JUGA: Menpar Kunjungi Kawasan Insiden Bom, Pastikan Kawasan Sarinah dan Thamrin Aman

”Oh, sebentar lagi datang. Tunggu saja! Ada perlu apa pak? Mau pesan kitab ya?” tanya pemuda penuh selidik.

”Tidak, saya hanya ingin berjumpa saja. Saya kawan beliau dari Jogja, Affandi,” jawab pria berbaju putih itu.

BACA JUGA: Khusus Pria! 6 Langkah Bikin Wanita Orgasme Dengan Jari

Sontak jawaban Affandi mengagetkan si pemuda. Namun, belum selesai rasa kagetnya, tiba-tiba dari kejauhan, dengan masih menaiki becak, Usman Nabhan berteriak memanggil nama sang tamu. ”Wah, Pak Affandi. Apa kabar?” serunya langsung memeluk sang tamu begitu turun dari becak.

”Kok tidak mengabari kalau mau ke Surabaya? Mari masuk, kita berbicara di dalam saja,” ajak Usman.

BACA JUGA: Mau Tidur Pulas? Lakukan 3 Hal Ini

Dalam pertemuan kali itu, ternyata Affandi hendak menjual lukisan secara langsung yang dia bawa dari Jogja.

”Menurut cerita paman saya, saat itu Affandi sedang butuh uang untuk suatu keperluan,” cerita Hamid Nabhan, seniman sekaligus keponakan dari Usman Nabhan.

Pada masanya, Usman Nabhan adalah seorang kolektor ternama yang jadi jujukan banyak pelukis negeri ini. Selain taste-nya yang tinggi, dia juga mampu menghargai karya perupa dengan harga yang pantas. Sehingga tak heran banyak pelukis yang kemudian mendatangi rumahnya untuk menjual karya.

Karena saat itu Usman tidak memegang uang cash, pria berdarah Arab yang memiliki usaha percetakan itu kemudian menyuruh pegawainya melakukan tagihan ke beberapa kolega. ”Pak, sembari menunggu pegawai saya menagih, bagaimana kalau Pak Affandi nginap saja dulu di Surabaya. Nanti saya carikan penginapan,” kata Usman yang dijawab setuju dari Sang Maestro.

Kedatangan Affandi bukanlah yang pertama. Keakraban keduanya sudah begitu terlihat. Usai menyantap sarapan di depot yang tak jauh dari sana, keduanya pun meluncur ke rumah Usman yang terletak di kawasan Surabaya Utara juga.

Hanya beristirahat sebentar, Affandi kemudian meminta ruangan khusus dan kanvas untuk melukis. Karena tak ingin mengganggu tamunya berkarya, Usman meninggalkan Affandi yang tengah bergulat dengan kuas dan cat.

Namun, betapa kagetnya Usman saat beberapa jenak waktu masuk kembali ke ruangan tersebut. Affandi dalam kondisi telanjang! Ya benar-benar telanjang.

”Ketika ditanya paman, Affandi saat itu hanya menjawab memang jika sudah kadung berkutat dengan lukisan, dia suka gerah dan memilih menanggalkan pakaiannya,” cerita Hamid yang kini mewarisi hobi sang paman mengkoleksi lukisan.

Karena tidak mau mengganggu kenyamanan tamunya, Usman kemudian membiarkan Affandi melukis dengan cara tersebut. Namun, agar tetap enak jika ada keluarganya yang masuk, Usman kemudian memberikan  sarung pada Affandi. ”Sejak saat itu pak Affandi sering terlihat menggunakan sarung saat sedang melukis,” kata Hamid.

Kisah lain Usman dan para perupa datang dari Antonio Blanco, pelukis ternama dunia keturunan Spanyol yang menetap di Bali. Persahabatan Usman dan Blanco juga terjalin cukup lama. Itu tak lepas dari kegemaran Usman yang sering berpelesir menemui para seniman, khususnya pelukis. Dan, Blanco adalah salah satu orang yang selalu dia temui saat pergi ke Bali.

Karena kedekatan itu pula, ketika Blanco ke Surabaya selalu tak lupa menyambangi kediaman Usman. ”Satu yang diingat dari kedekatan beliau berdua adalah Blanco yang selalu memakai topi. Bahkan, paman saya pernah mendapatkan topi pet milik Blanco sebagai tanda persahabatan,” kenang Hamid. (pda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ladies, Menggunakan Vibrator Ternyata Lebih Sehat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler