Kisah Suami Terlilit Utang, Istri Beri Layanan Plus-plus ke Rentenir Bertubuh Kekar

Senin, 25 Januari 2016 – 09:59 WIB
Ilustrasi. RADAR SURABAYA

jpnn.com - GALI lubang tutup lubang, hutang hilang istri melayang. Begitulah kira-kira nasib Donwori, 55. Karena lama tidak kunjung bisa melunasi hutangnya, ia kerap menyuruh istrinya menghadapi kekejaman si rentenir. Eeeeh nggak tahunya, istrinya malah kepincut sama si rentenir.

Awalnya niat Donwori untuk mendekatkan istrinya, sebut saja Sephia, 38, adalah agar ia bisa merayu rentenir untuk bisa menunda deadline pembiayaan hutangnya yang bernilai puluhan juta. 

BACA JUGA: Hanya Bawa Pakaian, Eks Anggota Gafatar Serahkan Lahan ke Warga

Ya, Warga Kecamatan Sukolilo, Surabaya itu ini memang sempat mengajukan hutang ke rentenir hingga Rp 80 juta. 

Yang janjinya dibayar berkala selama tiga tahun. Namun, setelah jatuh tempo, hutang terebut belum kunjung lunas.  

BACA JUGA: Razia Teroris, Malah Dapatkan Pasangan Mesum

"Kami nggak punya uang. Bisnis yang tak jalankan, bikin helem, juga nyatanya nggak jalan. Padahal sudah beli mesin perekat, dan juga duit hutangan sudah habis buat belanja modal," curhat Donwori saat antre di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, kemarin. 

Namun, ternyata pedekate Sephia dianggap Donwori berlebih. Tak hanya dirayu agar diberi tenggat waktu, tapi si rentenir balik merayu Sephia agar mau memberi layanan plus-plus. 

BACA JUGA: Ternyata, Kampung 35 Mortir di Tasik adalah Tempat Sejarah Kelam

Dia sempat mengancam kalau tidak dituruti, keluarganya akan dilaporkan ke kepolisian karena tidak juga membayar hutang. “Saat awal-awal, dia izin ke saya. Eh nggak tahunya malah ada saja pertemuan-pertemuan dibalik saya. Kata Sephia, demi memberikan status keamanan pada saya dan keluarga,” curhat Donwori. 

Karena sejak dekat dengan rentenir itu, hidup Sephia jadi berubah 180 derajat. Semua kebutuhannya terpenuhi. Tidak hanya cukup, tapi bahkan berlebih. Bisa berlebih beli maju baru, bedak, lisptik, handphone hingga perhiasan. "Saya sempat tahu dia punya perhiasan baru, dan anehnya si rentenir sudah nggak pernah nagih ke rumah dan marah-marah lagi, " ujar bapak empat anak ini.  

Tidak hanya itu, Donwori juga mengatakan, dirinya sebenarnya sudah mewanti-wanti Sephia untuk tidak usah berhubungan dengan rentenir tersebut. 

Bahkan, ia pernah membanting handphone Sephia saat keduanya berdebat terkait masalah si rentenir itu. Berdasarkan kesaksian Sephia, yang mengejar-ngejar itu adalah rentenir. Bukan Sephia. 

Tapi tetap saja, Sephia mau melayani. “Kok ya nggak mikir tentang anak-anak dan juga kata tetangga maupun keluarga. Otaknya seperti wes dicuci sama rayuan dan iming-iming harta dari rentenir. Dan kalau dari segi badan, dia memang lebih kekar. Lebih gagah dari saya. Saya hanya kerempeng dan kalah macho. Tapi, saya tetap suami yang seharusya kata-katanya adalah perintah,” tegas Donwori. 

Begitu mengakui kalau dirinya diajak kawin sama rentenir, Sephia, menurut Donwori, tak lagi menolak. Asalkan hutang Donwori dianggap impas. 

“Kok rasanya transaksional, tapi kalau menurutku alasannya dia ya gara-gara sudah kepincut aja. Bukan untuk menyelamatkan keluarga dari belitan hutang. Kok yang dipilih malah meninggalkan rumah dan keluarga,” pungkas Donwori kecewa berat. (fatimatuz/ima/opi/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lihat..Civic Nahas; Oleng, Keluar Jalan, Terjun ke Sawah


Redaktur : thomas

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler