Klaim BPJS buat Jantung Rp 9,25 Triliun, Jokowi: Gede Banget

Rabu, 17 Oktober 2018 – 22:13 WIB
Presiden Joko Widodo memukul gong pada pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/10). Foto: setkab.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo membeber angka klaim yang harus dibayar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menurutnya, klaim terbesar adalah untuk penyakit jantung, kanker dan strok.

Jokowi - panggilan kondangnya- menyampaikan hal itu ketika membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/10). Mulanya, mantan gubernur DKI Itu berbicara tentang pentingnya menjaga kesehatan.

BACA JUGA: Jubir Jokowi Sebut Prabowo Pemimpin Pesimistis

Menurut Jokowi, anggapan bahwa semakin tinggi kesejahteraan ekonomi masyarakat maka kesehatan akan semakin baik tak sepenuhnya benar. Sebab, meningkatnya kesejahteraan di bidang ekonomo justru diikuti gaya hidup yang tak sehat.

“Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, justru bisa memicu gaya hidup yang kurang sehat dan menurunkan kesehatan masyarakat," ucap Jokowi.

BACA JUGA: Dusta Ratna Terbongkar, Wajar Kubu Jokowi Kian Optimistis

Dia lantas menyodorkan data mengenai peningkatan penyakit katastropik berdasar catatan BPJS Kesehatan 2017. Angka klaim terbesar adalah untuk jantung.

“Klaim kasus penyakit jantung Rp 9,25 triliun. Gede banget. Untuk penyakit jantung," kata Jokowi.

BACA JUGA: Kiai Maruf Pengin Menang Pilpres dengan Cara Bermartabat

Berikutnya adalah klaim untuk pengobatan kanker yang angkanya mencapai Rp 3 triliun. Selanjutnya adalah struk dan gagal ginjal yang masing-masing Rp 2,2 triliun, penanganan stroke Rp 2,2 T.

Biaya itu belum termasuk klaim ke BPJS Kesehatan untuk non-katastropik yang angkanya juga tinggi pada 2017 lalu. Misalnya untuk operasi katarak Rp 2,6 triliun, sedangkan fisioterapi Rp 965 miliar. 

"Yang ingin saya katakan bahwa mencegah penyakit juga utama dan sangat utama sebagaimana kita mengobati. Mempromosikan gaya hidup sehat juga sangat utama agar kualitas sumber daya manusia kita prima, dan masyarakat bisa mengaktualisasikan kapasitasnya untuk membangun bangsa negara ini," tuturnya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketum KADIN Yakin Banget Pengusaha Lebih Sreg Pilih Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler