KLHK Resmikan IPAL Komunal Domestik Hasil Kerja Bersama Warga

Kamis, 04 Maret 2021 – 21:59 WIB
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK M.R. Karliansyah. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, BATU - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Domestik untuk air limbah rumah tangga di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (3/3/2021).

IPAL Komunal Domestik yang berlokasi di RT 5 RW 13, Dusun Matsari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur mampu untuk mengolah air limbah rumah tangga sebanyak 60 KK atau 24 m3 per hari yang berasal dari kegiatan MCK dan dapur warga.

BACA JUGA: PT PP Mulai Garap Pembangunan IPAL di Palembang

Pembangunan IPAL Komunal ini dilaksanakan dengan konsep padat karya. Seluruh pengerjaan pembangunan IPAL Komunal dilakukan oleh tenaga kerja dari warga setempat dengan pendampingan dari KLHK, pemerintah Kota Batu, dan pemuka agama.

IPAL Komunal terdiri dari bak penyaring, bak pengendap, bak anaerobik baffled reactor, dan bak aerobik filter.

BACA JUGA: Dengan IPAL, KLHK Sulap Air Limbah Jadi Bersih dan Tidak Bau

Saat ini IPAL Komunal tersebut sudah dimanfaatkan mengolah air limbah rumah tangga  dari 55 KK atau 220 jiwa. Kapasitas ini masih dapat dioptimalkan sehingga mencapai kapasitas IPAL Komunal terpasang.

Direktur Jenderal PPKL M.R. Karliansyah pada saat peresmian menyampaikan kinerja IPAL Komunal tersebut memiliki efisiensi penurunan beban pencemar sekitar 90%. Artinya dapat menurunkan beban pencemar BOD yang dikontribusikan ke lingkungan dari 2,9 ton BOD per tahun menjadi sekitar 0,6 ton BOD per tahun.

BACA JUGA: Dorong Peningkatan Ekonomi, KLHK Latih Masyarakat Kembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu

“Hasil uji laboratorium terhadap air limbah hasil olah IPAL Komunal tersebut telah memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, dengan demikian air limbah hasil olah dari IPAL Komunal tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman warga setempat," terang Karliansyah.

Karliansyah menjelaskan kegiatan pembangunan IPAL Komunal untuk air limbah rumah tangga seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan dapat direplikasi di tempat lain. Hal ini membuktikan bahwa pengolahan air limbah rumah tangga dapat dilakukan dengan partisipasi warga, di lokasi pemukiman padat penduduk, dan pada lahan yang sangat terbatas.

Dia berharap warga mau dan mampu berinovasi memanfaatkan fasilitas umum seperti pemanfaatan area di bawah jalan pemukiman sebagai lahan untuk pembangunan IPAL Komunal.

Salah seorang warga, yang juga pemangku Pesantren Rakyat Kota Batu Ulul Azmi, menyampaikan warga antusias menyambut pembangunan IPAL Komunal ini.

Dia pun ikut memperbaiki kualitas lingkungan sekitar seperti memperbaiki jembatan serta membangun gapura.

Ulul Azmi mengharapkan adanya sinergitas antara semua pihak termasuk peran para pemuka agama, untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan.

Sebagai bentuk komitmen KLHK terhadap pengelolaan air limbah rumah tangga khususnya di Kota Batu, tahun ini akan dilanjutkan pembangunan IPAL Komunal di 3 lokasi lain yaitu di RT 2 RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, kemudian di RT 7 RW 11, Kelurahan Sisir, Kota Batu, serta di RT 2 RW 5, Kelurahan Temas, Kota Batu.

Acara peresmian kali ini diawali dengan penanaman pohon di hulu Sungai Brantas area konservasi mata air Desa Pesangrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol pelestarian alam, peninjauan lokasi IPAL Komunal dan sistem perpipaannya, pengguntingan pita dan tandatangan prasasti peresmian, dan diakhiri dengan laporan panitia, sambutan wakil walikota Batu dan peresmian IPAL Komunal oleh Direktur Jenderal PPKL.

Turut hadir pada kegiatan peresmian, Wakil Wali Kota Batu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Organisasi Perangkat Daerah terkait di Kota Batu, pemangku Pesantren Rakyat, dan warga masyarakat.(jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler