Klub – Klub Ingin Kepastian Kompetisi, Nilai Subsidi Juga Belum Jelas

Selasa, 26 Maret 2019 – 05:58 WIB
Komisaris anyar PT Liga Indonesia Baru Gusti Randa (kanan) yang dipilih dalam RUPS-LB di Jakarta. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Penetapan Gusti Randa sebagai komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB) sejatinya agar jadwal kompetisi Liga 1 menjadi lebih jelas dan pasti.

Selain itu, juga supaya besaran nilai subsidi untuk 18 klub pemegang saham yang ikut berkompetisi terang benderang.

BACA JUGA: Ada Exco yang Tidak Tahu Gusti Randa jadi Plt Ketum PSSI

Ternyata, justru Gusti dan direksi yang juga dipilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSL) pada 28 Februari lalu, Dirk Soplanit, melakukan perubahan yang luar biasa dalam struktural PT LIB. Pemecatan dilakukan kepada dua sosok yang selama ini berperan besar atas berjalannya Liga 1 dan Liga 2.

Ya, mereka adalah CEO Risha Adi Wijaya dan COO Tigorshalom Boboy. Selain itu, Gusti dan Dirk juga melakukan pemindahan beberapa posisi di dalamnya.

BACA JUGA: SOS Nilai Pengangkatan Gusti Randa Jadi Plt Ketum PSSI Ilegal

Bahkan, PT LIB yang awalnya punya tujuh manajer untuk beroperasi diperkecil hanya jadi hanya tiga manajer.

Nah, di saat klub-klub ingin mengetahui kepastian kompetisi, justru PT LIB sebagai operator lebih sibuk melakukan bersih-bersih rezim lama. Situasi yang membuat beberapa klub mempertanyakan komitmen Gusti dan Dirk sesuai dengan kesepakatan dalam RUPSLB.

BACA JUGA: Gusti Randa jadi Plt Ketum PSSI

BACA JUGA: Daftar 24 Pemain Persib yang Ikut TC di Batam

Klub berjuluk Juku Eja itu juga mempertanyakan kepastian jadwal. Sebab, sesuai dengan hasil RUPSLB, Liga 1 paling cepat harus bergulir pada 1 Mei mendatang. ’’Paling lambat 8 Mei. Tapi, ini kok masih belum ada kabar,’’ tuturnya.

Itu senada dengan manajer Madura United Haruna Soemitro. Selain jadwal yang belum jelas, nilai subsidi yang diterima klub pun tidak diketahui berapa jumlahnya. Apakah tetap seperti musim lalu atau berubah.

’’Ya, saya tahu konsentrasi korporasi kemarin hanya soal restrukturisasi liga, itu kan sudah terjadi sekarang. Sekarang kami sedang menunggu rencana bisnis direksi yang baru,’’ jelasnya.

Haruna mengatakan Gusti dan Dirk menjanjikan dalam waktu dekat akan mengundang 18 klub untuk rapat. Untuk melakukan RUPS lagi. ’’Nanti di rapat itu dibahas bagaimana tentang revenue sharing yang akan diberikan oleh PT LIB,’’ paparnya.

Baginya, pemecatan Risha dan Tigor tidak akan memberi pengaruh apapun. Hal tersebut dikatakannya merupakan bagian dari rencana direksi baru. ’’Ya mungkin untuk mempersolid internal korporasi. Kami sih mendukung saja,’’ ujarnya.

BACA JUGA: Tepis Isu Lengserkan Edy Rahmayadi, Ketum KPSN Ingin Kembalikan Khitah PSSI

Gusti ketika ditanyai Jawa Pos terkait hal tersebut meminta untuk bersabar. Sebab, pihaknya sudah mencanangkan untuk melakukan RUPS pada akhir Maret ini. Tapi, ketika ditanya kapan lebih tepatnya, dia enggan berkomentar. ’’Itu yang telah diputuskan di RUPSLB,’’ jelasnya. (rid/nia/ham)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gusti Randa Ungkap Fakta Kasus Marko Simic: Pegang Tangan, Lantas…


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler