KMP Diyakini Tak Cukup 'Ongkos' Melengserkan Jokowi

Jumat, 10 Oktober 2014 – 09:58 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Arie Sudjito percaya Koalisi Merah Putih (KMP) tidak akan memakzulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, secara hitungan-hitungan politik, ongkos untuk melengserkan presiden terlalu mahal.

"Tidak perlu lagi dibayangkan akan ada pemakzulan, sekarang berbeda dengan zaman Gus Dur, tidak akan semudah itu. Yang bisa mereka (KMP) lakukan hanya menghambat," kata Arie di Jakarta, Kamis (9/10).

BACA JUGA: Jokowi Bisa Bekerja Seperti Obama

Arie mengatakan, target KMP sebenarnya adalah Pemilu 2019. Mereka berencana menyerang Jokowi terus-terusan selama lima tahun ke depan melalui manuver di parlemen. Setiap kesalahan, Presiden RI ketujuh itu akan dijadikan alasan untuk mempertanyakan kemampuannya memimpin.

Strategi KMP ini, lanjutnya, sangat mungkin membuahkan hasil. Mengingat harapan publik yang sangat besar kepada Jokowi. "Karena harapan publik yang tinggi kesalahan kecil bisa menimbulkan kekecewaan yang besar," jelasnya.

BACA JUGA: Kubu Jokowi Dinilai Gagal Manfaatkan Konflik Internal KMP

Karenanya, Arie berpendapat, Jokowi harus memastikan pemerintahan yang dibentuknya benar-benar kuat. Mantan Walikota Surakarta itu, tidak boleh membiarkan dirinya tersandera oleh kepentingan-kepentingan yang tidak berhubungan dengan rakyat.

"Saya berharap Jokowi harus lebih dominan dalam pemerintahan ini. Jokowi juga harus lebih dominan dalam komunikasi dengan partai. Dan semakin Jokowi tepat memilih kabinet, maka akan sangat membantu melakukan komunikasi dengan dewan," pungkasnya. (dil/jpnn)

BACA JUGA: Pembentukan AKD Tak Perlu Tunggu Jokowi Disumpah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fraksi Gerindra Dukung Penambahan Komisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler