Kubu Jokowi Dinilai Gagal Manfaatkan Konflik Internal KMP

Jumat, 10 Oktober 2014 – 09:52 WIB
Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Arie Sudjitodalam diskusi di Jakarta, Kamis (9/10). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Arie Sudjito menilai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) salah strategi saat memperebutkan kursi pimpinan di parlemen. Menurutnya, KIH membiarkan rival mereka, Koalisi Merah Putih (KMP) memegang kendali.

"Dalam episode satu bulan terakhir, seluruh praktik dan sikap politik KIH itu bereaksi atas permainan KMP. Akibatnya beberapa (KIH) kalah langkah," kata Arie dalam diskusi di Jakarta, Kamis (9/10).

BACA JUGA: Jokowi Bisa Bekerja Seperti Obama

Arie mengatakan, dengan sedikit usaha KIH harusnya bisa memecah belah kebersamaan KMP. Pasalnya, partai-partai pendukung Prabowo-Hatta sebenarnya tidak solid.

KMP yang terdiri dari Golkar, Gerindra, PAN, PPP dan PKS itu dianggapnya tidak memiliki sejarah kerjasama. Bahkan, beberapa di antara mereka sebelumnya merupakan musuh bebuyutan.

BACA JUGA: Pembentukan AKD Tak Perlu Tunggu Jokowi Disumpah

"PKS dan PAN itu tidak pernah akur, selalu berseteru. KMP itu tidak punya chemistry yang cukup kuat. Yang menyatukan mereka hanya pilpres. Nanti kalau kuenya ada yang baru pasti pecah," jelasnya.

Arie menyarankan, ke depan KIH perlu mengubah mentalitas mereka agar tidak terus terseret arus permainan KMP. Terutama, tambah Arie, PDI Perjuangan yang notabenenya adalah partai pemenang pemilu.

BACA JUGA: Fraksi Gerindra Dukung Penambahan Komisi

"Dia (PDIP) harus merubah mental jangan mental opoisisi tapi mental pemenang. Mental pemenang adalah mereka yang mampu membuat agenda setting," pungkas Arie. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tujuh Polda Ditarik ke Ibu Kota Amankan Pelantikan Jokowi-JK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler