Kode OTP Penting Dalam Transaksi Keuangan, Begini Cara Menghindari Peretasan

Senin, 14 Agustus 2023 – 22:53 WIB
Polisi mengimbau masyarakat hati-hati dan lebih waspada pada modus penipuan online. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kasus penipuan perbankan dan transaksi keuangan online saat ini sudah menjadi masalah yang sangat serius.

Peretas dan penipu makin sulit dikenali. Oleh karena itu penting bagi pengguna untuk menjaga akun mereka seaman mungkin agar tidak menjadi korban berikutnya.

BACA JUGA: Inilah Penipu dengan Modus Kirim OTP yang Ditangkap Polisi, Ada yang Kenal?

Lembaga keuangan termasuk Metrobank berusaha keras untuk memastikan akun pengguna tetap aman.

Salah satu perlindungan ekstra yang dapat digunakan untuk memastikan akun pengguna tetap aman adalah penggunaan One-Time Password atau OTP.

BACA JUGA: Pembobolan Rekening BRI, Ada Juga Modus SMS Notifikasi OTP

Apa itu OTP?

Dikutip dari situs Otpku.com, OTP adalah rangkaian karakter numerik atau alfanumerik yang dihasilkan secara otomatis.

BACA JUGA: Terima Info Lelang Online dan Tebus Murah Barang Pegadaian? Awas, Penipuan!

Tujuannya adalah untuk mengautentikasi pengguna dalam satu transaksi atau sesi login. Di masa kini, penggunaannya pun cukup masif. Ada beberapa layanan yang hadir untuk kebutuhan tersebut.

Kata sandi ini lebih aman daripada password konvensional, terutama buatan pengguna, yang bisa lemah atau digunakan di banyak akun.

Kode ini bisa menggantikan informasi login autentikasi atau dapat digunakan sebagai tambahan untuk menambahkan lapisan keamanan lainnya.

Kode OTP terdiri dari numerik atau alfanumerik yang dapat berubah setiap 30 atau 60 detik, tergantung bagaimana token dikonfigurasi.

Seperti namanya, kode ini hanya dapat digunakan sekali dan kadaluarsa setelah waktu yang ditentukan.

Kode ini dapat dikirim ke pengguna melalui email, panggilan telepon, aplikasi autentikator (seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator), pesan teks atau push message.

Manfaat OTP

Salah satu penggunaan kode ini yang paling umum adalah ketika pengguna lupa kata sandinya, atau akunnya dibobol.

OTP dapat diberikan kepada pengguna untuk mengakses akunnya sebelum diminta untuk mengatur ulang kata sandinya.

Jika Anda memiliki kata sandi yang statis, maka peretas bisa memiliki akses ke akun Anda. Tetapi ketika kode ini digunakan, kata sandi yang diretas tidak lagi valid.

Sebab, sudah digunakan sekali ketika Anda masuk ke akun dan karenanya tidak bisa digunakan kembali.

Kode ini juga dapat menambahkan lapisan otentikasi tambahan. Dengan menggunakan token keamanan, kode ini dapat diberikan bagi pengguna sebagai bentuk otentikasi tambahan, yang meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko pelanggaran.

Cara Amankan Kode OTP

Jaga privasi kode Anda. Jangan pernah membagikan kode Anda dengan siapapun bahkan termasuk anggota keluarga, teman dan orang yang mengaku sebagai perwakilan bank, perusahaan telepon, hingga jaringan langganan.

Penyedia layanan tidak akan pernah meminta kode Anda. 

Oleh karena itu, apabila seseorang menelepon Anda dan mendesak meminta kode online banking Anda, segera ubah akses kata sandi dan laporkan upaya penipuan ke bank Anda.

Batasi perangkat tepercaya Anda. Sebaiknya batasi akun Anda ke satu perangkat yang ditautkan.

Ini memudahkan Anda untuk melacak jika permintaan kode dibuat untuk akun Anda. Jika Anda tiba-tiba menerima kode, segera ubah kredensial Anda.

Laporkan pencurian sekaligus karena kode ini ditautkan ke nomor ponsel Anda, maka setiap perubahan nomor ponsel harus dilaporkan ke bank atau administrator akun Anda terutama jika ponsel Anda hilang atau dicuri.

Peretas tidak akan membuang waktu sebelum meretas akun Anda.

Pastikan Anda mengunci akun, mengubah nomor ponsel yang ditautkan, atau segera mengakhiri nomor ponsel dengan penyedia layanan Anda. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler