Koh Ahok Ngaku HP Anak Buahnya Disita BPK

Jumat, 06 November 2015 – 20:26 WIB
Gubernu DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/ Dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA - ‎Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku, serius untuk membereskan korupsi. Meski demikian, Ahok, sapaan Basuki, mengatakan, oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak percaya kepada dirinya.

Hal itu terlihat dari audit yang dilakukan BPK terkait pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras. Dalam auditnya, BPK menemukan indikasi kerugian daerah sebesar Rp 191 miliar atas pembelian lahan tersebut. ‎Karenanya, Ahok menilai BPK tendensius saat melakukan audit.

BACA JUGA: Demo tak Boleh di Depan Istana Negara? Ahok Sih Bilang Begini

"Yang enggak percaya sama saya itu cuma ‎oknum BPK saja terkait kasus Sumber Waras. Dia pikir masa uang segitu tidak tertarik," kata Ahok ketika memberikan sambutan pada saat melantik 328 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Jumat (6/11).

Ahok menyatakan, BPK sempat menyita handphone milik pejabat Pemprov DKI. Adapun tujuannya untuk menyakini bahwa mantan Bupati Belitung Timur ini bersalah terkait pembelian lahan RS Sumber Waras.

BACA JUGA: Pemprov DKI vs PT Godang Tua Jaya Makin Panas, Ini Saran Polda Metro

"Mana boleh BPK sita handphone, untuk apa? Ingin mencari tahu ada enggak perintah Ahok untuk beli tanah Sumber Waras," ‎ucap Ahok. 

Ia menjelaskan, ‎Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Heru Budi Hartono membayar pembelian lahan RS Sumber Waras karena mengikuti perintah yang tertuang dalam Instruksi Gubernur. ‎Ahok pun menyakini dirinya tidak bersalah terkait pembelian lahan itu.

BACA JUGA: Pemprov DKI Revisi Pergub, Demonstrasi Boleh Bebas?

"Ini akan buktikan saya tidak bersalah dan kembali akan mempermalukan mereka yang punya pikiran persepsi buruk,"‎ ungkap suami Veronica Tan ini. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ngeri... Usai Ketemu Ahok, Kapolda Metro Jaya Janji Bentuk Tim


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler