Kok Nama Anak Cuman Satu Huruf? Ini Kata Ayahnya

Rabu, 09 September 2015 – 06:03 WIB
D saat ditemui di sekolahnya, SMA PGRI 1 Taman Pemalang. Foto: Tisna AW/Jawa Pos

SLAMET Sugino memberikan nama unik untuk anaknya. Alasannya karena anaknya itu lahir pas negara lagi krisis. Memang bukan alasan yang nyambung. Namun, bukankah di dunia ini tidak semua hal harus nyambung?
-------------
RIZAL SETYO, Jogjakarta
--------------
Namanya Y. Panggilannya, bergantung. Rekan-rekannya mengenalnya sebagai "Ye". Ibunya memanggil "Ay". Sebutan sayang dari sang ibu tersebut lantas menjadi panggilan di rumah dan ketika SD.

Julukannya di dunia maya pun berbeda lagi. "Yeye". Begitu dia menulis nama di akun Facebook-nya. Sebenarnya bukan panggilan yang diinginkan Y.

BACA JUGA: Kambing Dianggap Keramat, Makan Dagingnya bisa Bikin Celaka

Namun, itu adalah buah keputusasaannya ketika Facebook menolak menyetujui namanya yang hanya satu huruf. "Pas bikin Facebook, ternyata enggak bisa," ungkap pelajar kelas XII jurusan multimedia di SMKN 2 Kota Jogjakarta itu.

Jika di dunia maya saja sulit, apalagi di alam nyata. Saat mendaftar di SMP 16 Jogjakarta, Y sempat dibentak petugas yang mengira namanya tidak lengkap. "Katanya harus dilengkapi dulu, baru daftar. Lha emang namanya cuma Y begitu kok," ujar gadis kelahiran 7 Desember 1997 tersebut.

BACA JUGA: Trump Bilang 10 Menit Lagi, Eh...Kursi Ketua DPR Malah Bergoyang

Pengalaman yang sama terjadi saat Y masuk SMKN 2 Jogjakarta. Petugas pendaftaran sampai harus memanggil ibunya untuk menjelaskan nama Y. "Akhirnya, ibu menunjukkan akta kelahiran kepada petugas. Ya akhirnya baru percaya," ungkapnya.

Lama-kelamaan, Y penasaran dengan latar di balik namanya. Dia pun kembali bertanya kepada Slamet Sugino, sang ayah, tentang alasan pemberian namanya. Jawaban ayahnya tetap sama dengan yang pernah diterimanya ketika bocah.

BACA JUGA: Kisah di Balik Pemberian Nama Happy New Year, Andy Go To School, dan Rudy A Good Boy

Karena ketika Y lahir bangsa ini sedang krisis, si ayah ingin memberikan nama yang berbeda. Nama yang tidak biasa seperti kakak dan kemudian dua adiknya. Kakak Y bernama Danar Winurseto. Adiknya dinamai Pinastiko dan Muhammad Abdul Aziz.

Sang ayah kesal juga ketika banyak orang yang menanyakan mengapa anak gadisnya itu hanya bernama Y. Akhirnya, dia ingin Y menghafal nama versi panjangnya. Catat baik-baik: Aiwinur Siti Diah Ayu Mega Ningrum Dwi Pangestuti Lestasi Endang Pamikasih Sri Kumala Sari Dewi Puspita Anggraini.

Y pun manut saja. Dia mengingat-ingat betul nama panjang berisi 17 kata yang tidak pernah ada di dokumen mana pun tersebut. Y pun hafal di luar kepala. "Itu waktu SMP. Sejak itu, ya kalau ada yang tanya nama panjang, saya kasih itu," ungkap Y dengan polos.

Y tidak sendiri. Sekitar enam jam perjalanan darat dari Jogjakarta, di Pemalang, Jawa Tengah, ada pula yang punya nama dengan huruf tunggal. Namanya D. Dia adalah putri keempat pasangan Mulyaji, 46, dan Wariasi, 44, warga Desa Sokawangi RT 4 RW 1, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, yang lahir 8 Mei 2000.

Saat ditemui di sekolahnya, SMA PGRI 1 Taman Pemalang, D mengaku tidak pernah minder dengan nama yang hanya satu huruf. "Nama saya ya itu," kata D. Tiap masuk sekolah, D selalu mendapatkan pertanyaan yang sama tentang nama uniknya. "Teman-teman pada heran, tapi lama-lama jadi biasa," katanya.

D kini tercatat sebagai siswi kelas X IPA 1. D yang bercita-cita menjadi dokter tergolong siswa berprestasi dan memiliki segudang aktivitas. Misalnya, dia menjadi anggota pasukan pengibar bendera.

Wakil Kepala SMA PGRI 1 Taman Pemalang Faturahman mengatakan, D cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih dibanding rekan-rekannya. "Di sekolah ya biasa-biasa saja. Dia tak memedulikan polemik namanya," kata Faturahman yang juga menjadi guru kelas D.

Sementara itu, teman sebangku D, Siti, mengatakan bahwa D merupakan teman yang asyik. "D itu teman yang gokil, ceria, dan tidak mudah bersedih. D sangat mudah bergaul," ujarnya.

Kakak pertama dan kedua D sudah meninggal. Kakak D (anak ketiga) bernama Iin Miskriani.  Mulyaji, ayah D, mengatakan, nama D diberikan karena proses kelahirannya yang sangat kilat dan spontan. Kala itu yang terlintas dalam pikirannya hanyalah huruf abjad keempat, sesuai dengan urutan lahir anaknya.

Selain alasan teringat abjad, Mulyaji mengaku tak punya maksud sengaja memberi anaknya nama unik.  Sanak keluarga juga tak memprotes. "Jadi, apanya yang aneh?" kata Mulyaji yang amat bangga dengan putri cantiknya itu. (laporan ini dilengkapi Tisna Adi Wijaya, Pemalang/bersambung/c5/c9/sof)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lihat nih, Napi Narkoba Olah Sampah Jadi Kerajinan Tangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler