Koki Bali Bikin Hilton Seoul Membeludak, Merah Putih Berkibar di Halaman Hotel

Minggu, 29 Mei 2016 – 10:10 WIB
Merah Putih berkibar di halaman Hilton Seoul. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com - SEOUL - Pintu masuk restoran di Grand Hotel, Seoul, Korea Selatan mendadak Indonesia banget. Dengan luas hampir 500 meter, ruangan tersebut seperti berada di tanah air. Ada wayang, ada kain Batik, ada branding-branding Wonderful Indonesia dan banyak pemandangan keindahan Indonesia yang mendampingi brandingnya."Selamat datang, Indonesia bagus," sambut Director Of Food Grand Hilton, Jae Kyu Lee sambil tersenyum.

Ya, hotel bintang lima di Negeri Gingseng itu sedang menggelar event Festival Budaya dan Kuliner Indonesia 2016. Kerjasama antara Kedutaan Besar Indonesia di Korsel, Kementerian Pariwisata, Hotel Conrad Bali dan sang tuan rumah Grand Hilton. 

BACA JUGA: Tonton Wonderful Indonesia, Warga Bangkok Menyemut di Platinum Fashion Mall

Jae mengatakan, setiap hari makan siang dan makan malamnya penuh dikunjungi para tamu. "Masakan Indonesia jadi magnet kedatangan mereka ke restoran kami," kata Jae dengan ciri khas dasi kupu-kupunya.

Saat festival kuliner Indonesia, restorannya mengalami peningkatan. Bukan hanya dari yang menginap di Grand Hilton, namun orang yang sengaja datang menikmati Kuliner. ”Kami membuka harga dengan 100 Won,” katanya. Dalam kurs rupiah, 100 won nyaris hampir Rp 1 juta sekali makan. 

BACA JUGA: Satgas Indobatt dan Batalyon Perancis Gelar Latihan Bersama

Hal tersebut dibenarkan oleh koki yang secara khusus dikirim Hotel Conrad Bali ke Korsel. Mereka adalah I Made Semawan dan Komang Agus Surya. Semawan bagian pastry and sweet sedangkan Agus Surya spesial di bagian salad and main course.

"Masakan dan menu-menu Indonesia memang tidak ada duanya, kambing bakar dan rendang menjadi permintaan yang sangat tinggi di acara ini, bahkan diam-diam koki-koki Korea sangat ingin  belajar resep-resep masakan Indonesia. Mereka sangat antusias dengan kedatangan kami,” kata Agus Surya, tersenyum semringah. 

BACA JUGA: Pria Ini Sangat Ingin Bunuh Diri..Tegang Abis, Tonton aja!

Lebih lanjut pria yang juga koki dari Conrad Hotel, Bali itu mengatakan, sudah sering dia berdua dengan rekannya mempromosikan masakan Indonesia ke negara-negara di Asia. Agus dan Semawan sudah memasak dan memamerkan masakannya di Korea, Jepang, Tiongkok, Taiwan dan Thailand.

”Saya sangat bersyukur menjadi orang Indonesia yang kaya dengan hal apapun, termasuk kekayaan kuliner kita,”tambah Semawan. Selama kiprahnya menjadi juru masak di berbagai acara dan festival, masakan asal Padang, Sumatera Barat menjadi primadona di setiap acara. ”Mereka selalu terkejut dengan rasa rendang, tadi saja Rendang habis di makan orang Korea,” kata Semawan sambil menunjuk panci yang kosong.

General Manager Grand Hilton juga memberikan apresiasi tinggi kepada acara tersebut. Di depan hotel, berkibar bendera Indonesia dan Korea Selatan. Padahal, hotel tersebut bertaraf international. ”Hubungan kami dengan Indonesia dan hotel-hotel di Indonesia sangat baik. Kami juga sangat suka berkomunikasi dengan orang Indonesia. Buktinya Pak Jokowi juga senang bisa menginap di hotel kami, Indonesia sangat kaya dengan alam bahkan makanannya, suatu hal yang tidak bisa dipungkiri,” ujar manajer yang berisitrikan orang Lombok itu.

Selain makanan, dalam acara tersebut juga ditawarkan keindahan alam Indonesia yakni, Borobudur (Jateng), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan seribu (Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Klayang (Belitung).

Acara tersebut juga terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan pertunjukan kesenian dan tarian,  Promosi Wonderful Indonesia ini untuk memperkenalkan lebih jauh pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan kesenian tradisional khas Indonesia yang sangat diminati pasar Korea Selatan.

”Mereka semua antusias, kami selalu diajak berfoto setelah kami tampil. Kami membawakan tarian-tarian dari Jawa Barat, Bali, Jawa Timur dan Betawi. Kami senang menjadi penari traditional, karena kami bisa ikut mendukung kehebatan bangsa kita,” kata penari yang dikirim Kemenpar, yakni Gina Tavena yang juga diamini Yosinur Fajrina.

Seperti diketahui, tahun 2016 ini Kemenpar terus menggempur Korea. Menpar Arief Yahya yang juga mantan Dirut Telkom itu menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asal Korea Selatan sebesar 400 ribu orang pada 2016. "Saya akan mengunjungi Korea, minggu pertama bulan Juni 2016 ini, menindaklanjuti kunjungan Presiden Jokowi yang belum lama ke Korea juga," katanya. 

Vincen menambahkan, bahwa jumlah wisman Korea (Selatan) pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang (wisman Korsel) atau naik 18 persen. Korea Selatan menjadi salah satu negara sasaran utama di wilayah Asia Pasifik untuk mencapai target kunjungan wisata asing 2016 sebanyak 12 juta wisatawan. Bali dan Yogya destinasi favorit bagi wisman asal Korsel. 

Wisatawan Korea itu nomor enam, setelah Singapura, Malaysia, Tiongkok, Australia dan Jepang. Orang Korea sudah familiar dengan Indonesia. Mereka sudah mengenal berbagai destinasi, seperti Bali, Batam-Bintan, Jakarta dan lainnya. Selain itu, cukup mudah mencari restoran Korea di Jakarta dan banyak membership golf yang berkewarganegaraan Korea juga. Korea adalah pasar yang agresif. Saat Bebas Visa Kunjungan (BVK) diterapkan, jumlah kunjungan turis Korea naik tajam. Di Great Batam saja, turis Korea sudah nangkring di posisi dua di bawah Tiongkok. (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 8 Penjahat Narkoba Tewas Sejak Duterte Pimpin Filipina


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler