Kolaborasi The Sandbox dan Agora Meningkatkan Pengalaman Sosial di Metaverse

Jumat, 22 Desember 2023 – 09:11 WIB
The Sandbox dan Agora berkolaborasi untuk meningkatkan pengalaman sosial di metaverse. Foto: Agora

jpnn.com, JAKARTA - The Sandbox, dunia virtual permainan terdesentralisasi, meningkatkan realtime engagement dan interaksi sosial dalam metaverse dengan menggandeng Agora, pengembang aplikasi.

Kolaborasi anak perusahaan Animoca Brands dengan Agora ini memberdayakan pemain di The Sandbox untuk terhubung melalui suara, video, dan percakapan secara real-time, mendorong kolaborasi yang lebih baik di antara para kreator, dan pengalaman multipemain sosial.

BACA JUGA: Agora Raih Penghargaan Webby untuk Pengalaman Real-time Terbaik

"Kami memilih Agora untuk kemitraan ini karena mereka menyediakan platform interaksi real-time yang ideal untuk metaverse," ujar Sebastien Borget, COO dan Co-Founder The Sandbox dalam keterangannya, Jumat (22/12).

Produk lengkap perusahaan ini dengan mulus mengintegrasikan Audio Spatial 3D, dialog teks persisten, dan fungsionalitas siaran langsung interaktif dalam skala besar.

BACA JUGA: 60 Pulau Metaverse Ada di Expo Teknologi SMA Regina Pacis Solo

The Sandbox berencana untuk mengimplementasikan fitur-fitur ini untuk mempromosikan hubungan sosial yang kuat antara pemain.

"Ini adalah peningkatan menarik dari potensi sosial untuk komunitas di platform The Sandbox yang akan segera terlihat oleh pemain dan kreator," tuturnya.

BACA JUGA: Hebat, Porkemi Raih Lima Medali Emas dalam Kejuaraan Dunia Virtual Kedua

Separuh real estate virtual, separuh taman hiburan, The Sandbox sepenuhnya merangkul gagasan metaverse sebagai ruang digital bersama yang berkelanjutan di mana dunia dan pahlawan saling bertemu untuk menciptakan keajaiban.

Lebih dari 400 mitra telah bergabung dengan The Sandbox, termasuk Warner Music Group, Ubisoft, The Rabbids, Cut the Rope, Tony Hawk, Gucci Vault, The Walking Dead, Invincible, Snoop Dogg, Adidas, Deadmau5, Steve Aoki, SM Entertainment, The Smurfs, Care Bears, dan Atari.

Semuanya mengikuti visi tim The Sandbox untuk memberdayakan pemain untuk membuat pengalaman mereka sendiri menggunakan karakter dan dunia asli maupun yang sudah dikenal.

"Teknologi keterlibatan real-time sangat penting untuk memungkinkan interaksi sosial di metaverse,” kata Tony Zhao, CEO dan salah satu Pendiri Agora. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler