Koleksi Tekstil Indonesia di Museum Der Kulturen Basel

Sabtu, 26 November 2011 – 12:44 WIB
Koleksi Museum der Kulturen Basel diperkenalkan kepada Duta Besar RI dan Ibu Firdha Djoko Susilo di Basel.

BASEL--Sebanyak 3500 tekstil asal Indonesia koleksi Museum der Kulturen Basel telah diperkenalkan kepada Duta Besar RI dan Ibu Firdha Djoko Susilo di Basel (22/11)Museum der Kulturen Basel sendiri telah sering menyelenggarakan pameran Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini yaitu tahun 2001 dengan dua pameran seni kontemporer Bali dan tahun 2002 dengan tiga pameran tentang budaya tradisional dan kontemporer Bali

BACA JUGA: Perempuan Muda Sanggup Tarik Truk dengan Gigi



Tidak hanya tekstil, pada lantai 2 ruang penyimpanan Museum der Kulturen bertingkat 4 seluas 3320 meter persegi juga mengkoleksi benda-benda artifak berupa alat musik tradisional, patung, alat tenun, perahu dan benda-benda sehari-hari yang digunakan suku-suku diseluruh Indonesia tersimpan dan terdata secara rapih dalam ruang penyimpanan tersebut.

Pada kesempatan itu, diperlihatkan koleksi tekstil dari seluruh Indonesia terutama dari Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Borneo, Sulawesi termasuk baju dari kulit kayu yang berasal dari Sulawesi Tengah.

Dalam paparannya, Richard Kunz Kurator Museum tersebut yang sudah fasih berbahasa Indonesia baik resmi maupun slang, menerangkan mengenai makna, motif ataupun teknik pewarnaan tekstil dari masing-masing daerah
Walaupun masih menggunakan teknik pewarnaan yang sederhana seperti mengkudu (untuk pewarnaan merah) maupun indigo namun kualitas tekstil Indonesia yang berumur ratusan tahun tidak kalah dengan produk di masa modern seperti sekarang ini.

Tekstil tertua dari Asia tenggara di Museum tersebut berasal dari India yang dibawa oleh para pedagang Portugis setelah tahun 1511 sebagai persembahan kepada raja Los Palos

BACA JUGA: Gedung Putih Tekan Dewan Militer Mesir

Kain tersebut ditemukan di salah satu Art Shop (toko seni) di Indonesia
Setelah dibawa dan diteliti dengan menggunakan teknologi carbon dating, diketahuilah bahwa kain tersebut berumur 500 tahun lebih (C-14 = 1435-1510) dan merupakan kain yang turun temurun diwariskan oleh keluarga kerajaan Los Palos.

Museum sendiri sejak tahun 1893 telah melakukan berbagai ekspedisi dengan mengirim para antropolognya ke Indonesia untuk mencari dan mendata kekayaan budaya dari Indonesia karena dianggap merupakan link yang penting yang menghubungkan antara kebudayaan Asia dan Melanesia

BACA JUGA: Minta Arroyo Ditahan di Sel

Selain pameran, Museum banyak mendapatkan permintaan pinjaman benda kebudayaan dari museum-museum di seluruh dunia.

Keseriusan Museum der Kulturen Basel patut mendapatkan penghargaan, tidak saja karena museum ini serius dalam mengumpulkan, membuatnya benda-benda seni Indonesia dalam data base tersendiri, serta memeliharanya dengan teknologi yang modern untuk menjaga kelestarian benda-benda seni, namun lebih dari itu  museum mampu untuk lebih memaknai dan menghargai peradaban budaya leluhur yang hampir terlupakan.(rls)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Beras Naik, Menteri Pertanian Ditampar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler