Kombes Satake Ungkap Fakta WN Inggris Ditinggal Sopir Taksi Online di Bali, Oalah

Selasa, 27 Desember 2022 – 10:38 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. ANTARA/Rolandus Nampu.

jpnn.com, DENPASAR - Polda Bali membeber kronologi kasus Warga Negara (WN) Inggris Shannahan Dervla Sarah ditinggal sopir taksi online InDriver saat hendak melakukan perjalanan dari Pecatu, Badung menuju Menjangan, Gilimanuk, Bali, Minggu (25/12).

Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto menyebut kejadian itu murni miskomunikasi antara pengemudi dan penumpang, bukan tindakan pidana.

BACA JUGA: Hinca Minta Wakapolri Menjelaskan Alasan Pengurangan Sanksi Demosi Kombes Rizal

"Kejadian ini murni merupakan miskomunikasi, sehingga kami dari Polda Bali mengedepankan restorative justice. Dengan mediasi dari kami (Polri) masalah ini dapat terselesaikan," ujar Kombes Satake Bayu di Denpasar, Senin (26/12).

Kejadian itu bermula saat seorang pengemudi taksi online InDriver Rizki Hartono mengantarkan turis asal Inggris dari Pecatu, Badung menuju ke Menjangan, Gilimanuk pada pukul 21.00 WITA.

BACA JUGA: Misteri Mayat Wanita Pakai Rok Pendek Terungkap, Ternyata Dibunuh AS, Ya Tuhan

Saat itu, WNA tersebut hendak berpindah lokasi tempat menginap dengan anaknya yang bernama Khan Shannahan Shams Joseph Raheel.

Di perjalanan, tepatnya di Tukad Belayu, Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, driver online menghentikan mobilnya untuk membersihkan kaca mobil yang berembun.

BACA JUGA: Yana Mulyana Buka Suara soal Oknum Camat Cabul di Kota Bandung

Dalam kondisi gelap, tanpa diketahui oleh si pengemudi, sang penumpang Shannahan Dervla Sarah ikut turun untuk merengangkan badan di belakang mobil.

Setelah selesai membersihkan kaca mobil, si pengemudi kembali melanjutkan perjalanan dan tidak menyadari bahwa penumpangnya tertinggal, sedangkan anak penumpang itu masih dalam keadaan tertidur di mobil.

Rizki baru menyadari penumpangnya tidak ada di dalam mobil setelah satu jam perjalanan, tepatnya di Kota Negara, Kabupaten Jembrana.

Menyadari hal tersebut, si driver (Rizki) berbalik arah ke tempat tadi dia menghentikan mobil, tetapi WN Inggris itu sudah tidak ada.

Rizki lantas berinisiatif kembali menuju tujuan awal, yaitu Menjangan, dengan anggapan bahwa yang bersangkutan telah menggunakan kendaraan lainnya ke penginapan itu.

Walakin, WN Inggris tersebut tidak ada di hotel yang telah dipesan. Sambil menunggu, si driver juga memberikan nomor teleponnya kepada petugas Hotel Menjangan dengan harapan si penumpang akan menghubungi pihak hotel karena telah reservasi.

Di sisi lain, Shannahan Dervla Sarah yang panik ditinggal taksi online lantaran anaknya masih di mobil, meminta bantuan warga sekitar untuk diantarkan menuju pos polisi terdekat.

Akibat kendala masalah bahasa, korban minta diantar ke Pejeng, Tampaksiring, Gianyar untuk bertemu temannya yang bernama Gusti Ayu Dewi (Debora) yang fasih berbahasa Inggris.

Oleh temannya itu, Shannahan Dervla Sarah diarahkan menuju ke SPKT Polda Bali untuk melaporkan kejadian tersebut, dan selanjutnya menunggu di Ruang Pelayanan Khusus (RPK).

Tim Reserse Kriminal Polda Bali yang menerima laporan itu langsung melakukan Cek Post posisi sopir.

Namun, karena si sopir tidak memiliki keinginan untuk melakukan tindakan yang melawan hukum, akhirnya pada Senin, 26 Desember 2022 pukul 12.35 WITA, anak korban dipertemukan dengan ibunya dalam keadaan selamat di RPK Polda Bali dengan pengawalan Tim Reskrim Polda Bali.

Menurut Satake Bayu, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, karena tidak terdapat unsur pidana dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

"Kami berharap agar hal ini tidak terulang lagi. Kepada pengemudi online untuk lebih mewaspadai keberadaan penumpangnya, dan mencatat nomor drivernya untuk dapat dihubungi penumpangnya pada saat terjadi sesuatu," kata Satake Bayu.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler