Kombinasikan Teknologi dan Keahlian Manusia

Selasa, 15 Januari 2019 – 10:12 WIB
Aplikasi Ajaib. FOTO : ajaib for jpnn

jpnn.com - Berkembangnya jaman membuat aplikasi makin dekat dengan kehidupan manusia. Termasuk urusan investasi. Terbaru, muncul aplikasi smart online investment bernama Ajaib.

Aplikasi itu hadir untuk memberikan informasi tentang investasi yang mudah diakses, terutama bagi generasi milenial dan menengah. Dimana kalangan itu dinilai tidak memiliki waktu untuk aktif mengikuti pasar serta gambaran kemana mereka harus meminta saran tentang investasi.

BACA JUGA: Bangun Aplikasi CRM demi Mudahkan Warga DKI Melapor

Karena, dari data yang ada, saat ini hanya 0,4 % orang Indonesia yang sudah berinvestasi. Itu berarti, hanya sekitar 1 juta dari 260 juta penduduk. Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga  seperti Thailand yang memiliki persentase 6%, India 7%, dan China 9%.

Aplikasi Ajaib yang lahir dari inkubator startup Y Combinator (YC) itu resmi diluncurkan pada awal Januari 2019. ”Aplikasi ini memungkinkan orang berinvestasi dengan percaya diri melalui portofolio yang terdiversifikasi. Misi kami adalah membuka akses selebar-lebarnya ke investasi yang lebih dipersonalisasi lagi bagi masyarakat Indonesia” kata CEO dan co-founder Ajaib, Anderson Sumarli.

BACA JUGA: Halal Local, Aplikasi Sahabat Pelancong Muslim

Menurut Anderson, startup itu berbasis di Jakarta, dengan pendanaan 2,1 juta dolar (USD) dari Y Combinator, SoftBank Ventures, dan mantan partner Sequoia.

Ajaib memberikan saran dan memungkinkan orang berinvestasi menggunakan aplikasi mobile dalam 4 langkah. Mulai mendapatkan profil investor berdasarkan data algoritma dan saran para ahli. Mendapatkan portofolio pribadi berdasarkan profil pengguna. Membuat akun hanya dalam waktu 1 menit tanpa dokumen fisik, serta memantau investasi secara otomatis.

BACA JUGA: Kemenhub Bakal Pantau Pengemudi Angkutan Umum Lewat Aplikasi

“Aplikasi ini dirancang dengan menggabungkan teknologi dan keahlian manusia,” imbuh Anderson yang merupakan mantan konsultan Boston Consulting Group (BCG) sekaligus mantan ahli data di IBM.

Untuk menggunakan aplikasi ini, semua diklaim gratis, mulai biaya servis, baik untuk pembuatan akun, pembelian, penjualan, maupun biaya switching. Ajaib juga telah memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bermitra dengan sejumlah bank serta fund managers berpengalaman dalam investasi.

“Salah satu tujuan inklusi keuangan adalah untuk membuat orang menabung dan berinvestasi. Artinya, ada ekspansi geografis di masa depan,” kata Yada Piyajomkwan selaku Chief Marketing Officer Ajaib.

“Visi kami adalah lingkup regional. Dan kami pikir masalah ini cukup umum di seluruh wilayah. Tetapi dalam jangka pendek dan menengah, kami akan fokus pada Indonesia terlebih dahulu, ” tukas Yada yang meraih gelar MBA dari Stanford University (Fulbright Scholar) dan mantan konsultan McKinsey. (JPNN/pda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Susah Dapat parkir, Mahasiswa UC Rancang Aplikasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler