Komentar Azis Syamsuddin Soal Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT G20 2022

Selasa, 24 November 2020 – 23:54 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan ditetapkannya Indonesia sebagai presidensi KTT G20 pada 2022, menjadi jembatan meneruskan komitmen bidang ekonomi, industri, dan mengambil peran dalam penanganan maupun pascapandemi Covid-19.

BACA JUGA: Usai Memakamkan Ibunda, Pak Jokowi Kembali ke Jakarta Hari Ini, Langsung Sidang KTT G20

Menurut Azis, presidensi merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan pentingnya sebuah langkah dalam penanganan dan transformasi pascapandemi Covid-19.

”Pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bagi seluruh negara di dunia. Hal ini bisa diwujudkan jika terdapat visi besar, aksi besar, dan perubahan besar. Big vision, big action, and big transformation, yang garis besarnya telah disampaikan Presiden Joko Widodo,” kata Azis, Selasa (24/11).

BACA JUGA: Azis Syamsuddin Minta Polri Persempit Gerak Pengedar Narkoba 

Azis menambahkan hal ini merupakan momentum bagi semua negara untuk melakukan introspeksi, bukan hanya pulih dari krisis kesehatan dan ekonomi, tetapi bangkit dan tumbuh lebih kukuh.

Politikus Partai Golkar itu sepakat dengan penegasan Presiden Jokowi bahwa pascapandemi Covid-19, Indonesia ingin membangun ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh.

BACA JUGA: Azis: Instruksi Mendagri Imbauan Supaya Kepala Daerah Taat Protokol Kesehatan

”Ini pembenahan fundamental mutlak dilakukan. Seluruh komponen pun yakin, seluruh negara ingin melakukan transformasi besar,” tuturnya.

Momentum itu, lanjut dia, juga untuk mendorong ekonomi hijau.

Menurut dia, World Economic Forum menyebut bahwa potensi ekonomi hijau sangat besar, di mana terdapat peluang bisnis USD 10,1 triliun dan 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga 2030. "Semangat itu yang harus dikejar,” jelasnya.

Indonesia telah melakukan berbagai terobosan di tengah pengaruh sebaran Covid-19.

Salah satunya proyeksi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru sekaligus berkontribusi pada pengembangan energi masa depan.

Di samping itu, lanjut Azis, Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan parlemen juga memberikan kepastian terkait persyaratan izin lingkungan, analisis dampak lingkungan, dan pembentukan dana rehabilitasi lingkungan.

UU ini juga memberikan perlindungan bagi hutan tropis sebagai benteng pertahanan terhadap perubahan iklim. "Dan ini adalah komitmen Indonesia," pungkas Azis. (boy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler