Komentar Eurico Gutteres tentang Sosok BJ Habibie

Kamis, 12 September 2019 – 14:52 WIB
BJ Habibie. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, KUPANG - Mantan Wakil Panglima Pejuang Pro-Integrasi Timor Timur Eurico Guterres menilai BJ Habibie merupakan orang hebat.

Pemilik nama lengkap Eurico Barros Gomes Guterres itu tetap mengagumi Habibie, meskipun kebijakan Presiden ke-3 RI tersebut menyebabkan Timor Timur lepas dari pangkuan NKRI.

BACA JUGA: Pemandangan di Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, Sungguh Mengharukan

"Secara pribadi saya menilai beliau adalah orang yang hebat, dan saya mendoakan agar beliau tenang di sana," tutur mantan Komandan Milisi Aitarak-Dili semasa perjuangan mempertahankan Timor-Timur itu kepada ANTARA di Kupang, Kamis (12/9).

Secara umum, ia mengakui, masih banyak warga eks Timor Timur yang sampai saat ini masih belum menerima terpisahnya Timor Timur dari Indonesia.

BACA JUGA: Sri Mulyani: Andai Presidennya Bukan Pak Habibie Waktu Itu

"Mereka menilai pada saat itu Almarhum BJ Habibie membuat keputusan yang keliru. Tetapi sebagian besar juga sudah menerima hal tersebut. Dan itu memang kenyataannya," ujar dia.

Namun kata Eurico tidak baik jika terus-menerus menyalahkan orang yang sudah meninggal. Apalagi, lanjut dia, keputusan yang diambil pada saat itu adalah keputusan yang memang sangat dilematis bagi seorang kepala negara.

BACA JUGA: Gus Muhdor: Santri Harus Berhati Makkah, Berotak BJ Habibie

Eurico mengatakan bahwa dirinya sudah mengenal lama Presiden ke-3 RI tersebut. Saat perjuangan mempertahankan Timor-Timur ia sering berdiskusi bersama Almarhum BJ Habibie soal Timor Timur.

Ia menilai bahwa jika ada orang lain seperti Habibie, tentu saja tak akan ada yang bisa seperti sosok yang kini dikenal sebagai bapak demokrasi itu.

"Saya mengenal Pak Habibie juga sebagai seorang yang jenius bagi bangsa ini. Orang seperti ini jarang lagi ditemukan saat ini," katanya.

Sementara itu Mantan Juru Bicara Pro-Otonomi Florencio Mario Vieira mengatakan, mayoritas rakyat Timor Timur pro-Indonesia yang beragama Katolik, pasti memaafkan dan mendoakan almarhum BJ Habibie agar hidupnya tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Keputusan Habibie melaksanakan jajak pendapat di Timur Timur bagi pihak pro-kemerdekaan pasti gembira, sedangkan yang pro-Indonesia pasti merasa kecewa, tetapi sebagai warga Timur Timur pro-NKRI yang menetap di Indonesia pasti memaafkan dan mendoakan almarhum," ujar dia. (Kornelis K/ant/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler