Kominfo Libatkan MUI Dalam Memberikan Literasi kepada Masyarakat

Rabu, 17 November 2021 – 19:35 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini terus bergerak untuk memberikan literasi kepada masyarakat dengan melibatkan banyak mitra, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto dok Kominfo

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini terus bergerak untuk memberikan literasi kepada masyarakat dengan melibatkan banyak mitra, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sumiati pada pembukaan Workshop Konten Kreatif: Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Nilai-nilai Islam dan Fatwa MUI, yang diselenggarakan di Medan, Senin (15/11).

BACA JUGA: Dikabarkan Dekat dengan Ariel Noah, Dina Lorenza Merespons Begini, Lantas Tertawa

“Kementerian Kominfo dalam mensosialisasikan penanganan covid dan pemulihan ekonomi nasional tentu tidak bisa bekerja sendirian, karena itu kami banyak melibatkan mitra termasuk salah satunya MUI,” ujar Sumiati.

Sumiati menjelaskan pemerintah terus berupaya meliterasi masyarakat dengan berbagai cara. Melalui workshop kali ini, Kemkominfo berharap dengan perantara MUI, para peserta mampu mengelola media sosial, baik mengenalinya, mengetahui baik buruknya, maupun juga memanfaatkannya dan juga bisa memilih dan memilah informasi yang diperoleh dari media sosial.

BACA JUGA: Soal Kebakaran di Kilang Minyak Cilacap, Masyarakat Diminta Jangan Berasumsi Liar

“Termasuk juga membahas soal bagaimana mengenali hoaks dan cara mengatasinya menjadi inti dari pertemuan ini,” kata Sumiati.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan mengatakan upaya atau ikhtiar pemulihan ekonomi akibat dampak dua tahun pandemi covid perlu dilakukan.

BACA JUGA: Perjuangkan Nasib, Petani Tembakau Siap Gelar Aksi Damai ke Istana

“Di sinilah sebenarnya tanggung jawab kami sebagai Majelis Ulama Indonesia yaitu himayatul ummah, sekaligus juga sebagai shodiqul hukumah, yaitu Mitra pemerintah dan juga bagaimana melayani umat dengan baik,” ujar Amirsyah.

Oleh karena itu, menurut Amirsyah fatwa-fatwa MUI perlu disosialisasikan dalam workshop dalam rangka melihat pengaruhnya terutama dalam mencegah konten media yang mengandung hoaks dan juga mencegah pemahaman-pemahaman yang ekstrem.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 60 peserta dari kabupaten kota se-Sumatera Utara dan perwakilan dari provinsi sekitar, yaitu: Babel, Sumsel, Aceh, Riau, Sumbar, dan Kepulauan Riau.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler