Komisi III DPR Angkat Jempol untuk Irjen Iqbal

Sabtu, 11 September 2021 – 19:23 WIB
Komisi III DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Polda NTB pada Jumat (10/9). Foto: Bid Humas Polda NTB

jpnn.com, JAKARTA - Komisi III DPR  yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan angkat jempol untuk kinerja Kapolda Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal.

Ketua Komisi III DPR Herman Hery menilai kinerja Irjen Iqbal sangat baik dalam menangani pandemi Covid-19. 

BACA JUGA: Kapolri Apresiasi Penanganan Covid-19 di NTB, Irjen Iqbal Cs Dapat Tantangan Baru

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu bahkan menganggap kinerja Iqbal di NTB sudah melampaui tugasnya. 

Herman menyampaikan itu saat memimpin kunjungan spesifik Komisi III DPR ke NTB, Jumat (10/9). 

BACA JUGA: Kebakaran Lapas Tangerang, Herman Herry: Saya Minta Polisi Investigasi Mendalam

Herman bersama rombongan antara lain anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi’i, Sari Yuliati, dan Nasir Djamil mendatangi Irjen Iqbal dan jajarannya di Tribun Lumbung Lapangan Bhara Daksa. 

“Dalam kunjungan spesifik ini kami melihat data, mendengar penjelasan, dan melihat di lapangan bahwa memang Kapolda telah melakukan langkah-langkah strategis di dalam menjalankan fungsi yang melebihi dari kewajiban tugasnya,” ungkap Herman. 

BACA JUGA: Kunker Spesifik ke Bali, Komisi III DPR Menyoroti Peredaran Narkoba di Masa PPKM

Dia menilai Irjen Iqbal berhasil melakukan tekanan sedemikian rupa terhadap pandemi Covid-19 ini. 

Dengan begitu, angka kasus Covid-19 di NTB bisa dikendalikan. 

"Kami memberikan apresiasi,” tegas politikus asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. 

Meski demikian, Herman mengatakan bahwa Polda NTB juga memiliki tantangan yang cukup besar, yakni agenda internasional World Superbike Champion dan MotoGP. 

Selain itu, katanya, Polda NTB juga berhadapan dengan urusan-urusan lokal seperti pembebasan lahan, yang mana ada pihak-pihak yang merasa belum bisa diselesaikan. 

Herman menegaskan bahwa ini merupakan tantangan yang tidak gampang bagi Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal. 

“Oleh sebab itu, selain apresiasi yang kami berikan, kami juga mendukung Kapolda dan memberikan masukan-masukan yang perlu agar Kapolda bisa selesaikan semua tantangan ini dengan cara yang persuasif, dengan cara yang humanis, namun penuh dengan ketegasan,” kata Herman.

Hal yang sama juga diungkapkan Nasir Djamil. 

“Saya lihat memang ada terobosan yang cukup positif dan ini dilakukan oleh Kapolda NTB dan seluruh jajarannya. Karena itu, sebagai bagian dari anggota Komisi III, saya ingin memberikan apresiasi dan mudah-mudahan ini tidak membuat lengah,” kata Nasir. 

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal memaparkan berbagai langkah dan strategi yang dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Irjen Iqbal menyatakan dalam pelaksanaannya Polri selalu bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah. 

“Sejak awal pandemi, satu setengah tahun yang lalu di angka 26.574. Alhamdulillah, sembuh 24.901 dan meninggal 853,” ujar Jenderal bintang dua Polri, itu. 

Mantan kepala Divisi Humas Polri itu juga mengaku sudah mengidentifikasi kasus Covid-19 yang menurun di NTB. 

Angka kesembuhan meningkat sementara kasus kematian melandai. 

Menurut dia, penularan kasus Covid-19 di NTB masih berada di bawah angka terpapar nasional, yakni 518,5 per 100 ribu populasi. 

Sementara, angka kematian juga masih berada di bawah nasional, yakni 3,2. 

“Kalau kami melihat bahwa di bawah level nasional, Nusa Tenggara Barat masih sangat bisa mengendalikan Covid secara umum,” kata Iqbal. 

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu juga memaparkan berbagai strategi yang dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19 di NTB, seperti program Kampung Sehat berbasis lomba, kampanye sehat saat pelaksanaan pilkada serentak, penerapan dan pengetatan protokol kesehatan, PPKM, dan program vaksinasi dengan membentuk tim hingga ke tingkat pemerintahan terendah (dusun dan RT). 

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga menjelaskan terkait ketersediaan bed occupancy rate (BOR), termasuk tingkat keterisian rumah sakit yang terus menurun. 

“Alhamdulillah, tingkat keterisian rumah sakit menurun bahkan masing-masing rumah sakit banyak yang sudah kosong, tidak ada yang rawat inap, karena banyak tanpa gejala yang kami lakukan treatment di tempat isolasi terpusat,” pungkas Irjen Mohammad Iqbal. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Boy
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler