Komisi IX DPR Siap Jadi Relawan Uji Klinis Fase 2 Vaksin Nusantara

Selasa, 16 Februari 2021 – 22:48 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena bersama anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Kariadi, Semarang dalam rangka memantau jalannya penelitian dalam pembuatan Vaksin Nusantara. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, SEMARANG - Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk memantau jalannya penelitian dalam pembuatan Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Kariadi, Semarang.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena mengatakan, pihaknya siap untuk menjadi relawan uji klinis fase II vaksin Covid-19 buatan dalam negeri tersebut.

BACA JUGA: BPOM Restui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Produksi PT Bio Farma

Sejumlah anggota Komisi IX DPR tersebut Abidin Fikri dari Ffraksi PDIP, Darul Siska (Fraksi Partai Golkar), Fadholi (Fraksi Nasdem), Ade Riski Pratama (Fraksi Gerindra), dan Nurul Yasin (Fraksi PKB).

“Semua anggota Komisi IX DPR yang hadir bersedia untuk relawan uji klinis fase 2 Vaksin Nusantara,” kata Melki kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA: Komnas HAM Malaysia Apresiasi Vaksin COVID-19 Gratis untuk Warga Asing

Dia menambahkan, pihaknya mendorong agar adanya percepatan dalam pengembangan Vaksin Nusantara berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang percepatan produksi dan penggunaan Obat dan Alat Kesehatan Dalam Negeri.

Melki menyampaikan hasil paparan dari tim peneliti Vaksin Nusantara yang menggunakan metode pengambilan sempel darah dari calon penerima vaksin, baru kemudian sempel tersebut diletakkan ke alat khusus untuk kemudian dipertemukan dengan antigen.

BACA JUGA: Dukung PSBB Jawa-Bali, Melki Dorong Aturan yang Sama di Daerah Lain

Kemudian, sampel darah tadi dibiarkan selama sepekan untuk menghasilkan antibodi sebelum disuntikkan kembali kepada penerima Vaksin Nusantara setelah menghasilkan antibodi untuk melawan virus corona.

“Di dalam proses dan darah itu tadi akan menghasilkan semacam antibodi dan vaksin sendiri yang berasal dari orang tersebut," ucap Melki.

Dia menerangkan, berdasarkan paparan dari tim peneliti Vaksin Nusantara ini dipastikan aman setelah melakukan uji klinis fase 1 kepada lebih dari 30 relawan vaksin.

Meski begitu, ia mendorong agar BPOM segera mengecek hasil temuan dari ujin klinis fase 1 Vaksin Nusantara.

Melki menambahkan, tim peneliti juga memaparkan Vaksin Nusantara aman untuk semua golongan, termasuk bagi warga yang memiliki komorbid dan anak-anak.

“Lebih dari 30 orang yang diuji klinis tahap satu itu hasilnya aman dan tidak menimbulkan efek dan gejala apapun yang membahayakan. Dan hasil penelitan dari antibodinya atau Imunogenitas atau kemampuan untuk menghasilkan daya tahan tubuh terhadap Covid itu juga tinggi," imbuhnya.

Komisi IX, lanjut dia, memastikan akan mengawal pengembangan Vaksin Nusantara terlebih vaksin Covid-19 ini dibuat secara personal dan buatan anak bangsa.

“Kalau misalnya data dari tim peneliti setelah dicek lebih lanjut oleh BPOM memenuhi ketentuan pembuatan vaksin yang aman dan berkhasiat maka bangsa Indonesia bisa merayakan dengan suka cita temuan ini. Kita harus bersyukur anak bangsa mampu membuat vaksin seperti ini," ujar dia.

Dia berharap, penembuatan Vaksin Nusantara bisa dikerjakan secepat mungkin sehingga Komisi IX DPR mendorong agar BPOM tidak hanya menunggu laporan dari setiap tahapan uji klinis namun turut terlibat memastikan pembuatan Vaksin Nusantara tersebut memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Melki, dalam rangka menjaga keamanan dan reputasi dari vaksin ini agar setiap tahapan betul dan memastikan bahwa semua kendala yang dihadapi bisa kita bantu dalam fungsi pengawasan.

“BPOM juga kita minta tidak hanya menunggu laporan tapi kalau bisa juga ikut dalam tim ini, jadi bisa diketahui bagaimana semua tahapan dalam pembuatan vaksin ini," tegas Politikus Golkar dari Dapil NTT 2 ini.

Sebelumnya, Melki juga memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi lX DPR RI ke UGM untuk memastikan kesiapan GeNose sebagai alat Screening covid-19 yang dapat digunakan di berbagai fasilitas publik khususnya fasilitas kesehatan RS dan Ppuskesmas se-Indonesia.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler