Komnas HAM Selidiki Tragedi Kanjuruhan, Data dan Keterangan Sudah Dikumpulkan

Minggu, 02 Oktober 2022 – 20:29 WIB
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengatakan pihaknya telah berkomunikasi cukup mendalam dengan sejumlah Aremania atau pendukung Arema FC.

Hal tersebut terkait tragedi kericuhan yang menewaskan ratusan orang seusai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

BACA JUGA: Tragedi Kanjuruhan, Syakur Ali Sarankan Kapolda Jatim & Kapolres Malang Mundur

“Kami mendapatkan beberapa keterangan, fakta, termasuk juga berbagai video, voice note, dan ini bekal bagi kami untuk turun ke lapangan besok,” kata Choirul Anam saat dihubungi, Minggu (2/10).

“Jadi, kami tim akan turun ke Malang insyaallah besok sudah sampai Malang,” lanjutnya.

BACA JUGA: Ratusan Suporter Tewas di Kanjuruhan, Inggris dan Rusia Ikut Berduka

Komnas HAM juga mendalami regulasi khususnya dari FIFA (Federation International de Football Association (FIFA) dan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) terkait tindakan aparat saat peristiwa terjadi.

“Nanti kami sandingkan fakta-fakta yang kami dapatkan dengan regulasi yang ada. Termasuk kami juga akan mendalami terkait penggunaan gas air mata,” jelasnya.

BACA JUGA: Mantan Menpora: Setahu Saya, Penanganan Kerusuhan di Sepak Bola Tidak Pakai Gas Air Mata

Tidak hanya itu, Komnas HAM juga memonitor data terkait korban luka dan meninggal dengan memantau sejumlah rumah sakit di Malang.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi sejarah kelam sepak bola Indonesia.

Sekitar 174 suporter dan dua polisi meninggal setelah menyaksikan laga Arema FC vs Persebaya di stadion yang dibangun pada 1997 (dibuka pada 2004) itu. (mcr4/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler