Komplotan Spesialis Bobol Toko, Raup Rp 350 Juta

Kamis, 19 April 2018 – 16:33 WIB
Pelaku kriminal yang tertangkap dan diborgol. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, SURABAYA - Unit IV Subdit III Jatanras Polda Jatim membekuk dua komplotan spesialis pencurian dengan pemberatan (curat).

Djudi, Muadim, Suwito, dan Sukamdani merupakan bandit spesialis toko. Mereka sudah beraksi enam kali.

BACA JUGA: Komplotan Pencuri Pakai Modus Baru, Tabrak Spion Korban

Hasil kejahatan mereka cukup menggiurkan. Sekali beraksi, Rp 350 juta raib. Hal tersebut terkuak dalam rilis ungkap kasus di gedung bidhumas Polda Jatim.

Empat tersangka itu bukan muka baru. Rata-rata mereka pernah jadi mitra kerja beberapa pelaku lain.

BACA JUGA: Komplotan Pencuri Gasak Uang Milik SMKN, Terekam CCTV

Uniknya, mereka tergabung dalam satu jaringan penadah. Yakni, tersangka Suwito. Dia menerima seluruh barang jarahan dari Djudi, Muadim, dan Sukamdani.

''Dia (Suwito, Red) juga pernah jadi eksekutor di beberapa kota,'' ujar Kanit IV Premanisme Subdit III Jatanras Polda Jatim AKP Heru Dwi Purnomo.

Para tersangka pernah menjarah beberapa toko. Sasarannya adalah apotek, bengkel, dan toko pertanian.

Alasannya, barang yang mereka dapatkan mudah dijual di kampung-kampung.

Barang-barang yang mereka jarah berupa obat generik, antibiotik, susu, hingga pestisida. Mereka menjualnya di kabupaten Jombang, Mojokerto, dan Kediri.

Mereka menjarah barang-barang tersebut saat siang dan malam, bergantung hasil pengamatan para bandit yang pernah dipenjara 2015 lalu itu.

Yang jelas, komplotan tersebut beraksi saat toko ditinggal pemiliknya. ''Ada yang pukul 11.00 (siang, Red). Ada pula yang dini hari,'' ungkap polisi dengan tiga balok di pundak itu.

Dalam aksinya, mereka selalu menggunakan dua kendaraan. Satu orang mengendarai sepeda motor untuk memantau situasi, sedangkan tiga lainnya di Daihatsu Espass ungu.

Si penunggang motor biasanya terjun lebih dulu. Mereka bergantian satu sama lain untuk menjadi ''tim pelopor''.

Aksi para bandit tersebut teridentifikasi lantaran meninggalkan jejak yang khas. Selalu ada ''luka'' pada daun pintu atau jendela.

Luka itu disebabkan congkelan linggis mini. ''Kami pantau di beberapa lokasi kejadian memang ada kemiripan luka,'' jelas Heru.

Pemetaan para bandit tersebut terbilang cukup matang. Sekali menggasak barang, mereka bisa mengangkut 27 aki mobil dan 29 ban sepeda motor.

Barang bukti itu polisi dapatkan dari TKP di Mojowarno, Jombang. Lalu, ada juga aksi pencurian obat-obatan pertanian senilai Rp 30 juta pada Maret lalu.

Terakhir, ada aksi mencolok yang pernah dilakukan anggota kelompok tersebut. Pada akhir Maret lalu, Sukamdani beraksi sendirian.

Dia menggasak uang arisan Rp 350 juta milik warga Krian, Sidoarjo.(mir/c22/ady/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler