Bagaimana keadaan warga Australia secara umum di tahun 2019? Lebih banyak diantara mereka yang memiliki pekerjaan dibandingkan sebelumnya.

Ini adalah salah satu gambaran hasil studi yang dilakukan oleh Institut Kesehatan dan kesejahteraan di Australia (AIHWA) untuk melihat kondisi masyarakat Australia setiap tahunnya.

BACA JUGA: Ini Alasan Kawasan Australia Utara Berpotensi Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

"Di tahun 2018, 74 persen warga berusia 15 hingga 64 tahun memiliki pekerjaan dan ini jadi angka tahunan tertinggi yang pernah tercatat."

Menurut juru bicara AIHWA, jumlah perempuan dan jumlah total yang bekerja di tahun 2019 masih berada di rekor tinggi.

BACA JUGA: Indonesia U-23 vs Australia: Shin Tae Yong Keluhkan Finishing, Tetapi Angkat Topi Soal Ini

Anak-anak muda pun sudah menambah keterampilan mereka untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan jenis pekerjaan.

Tak hanya itu, anak-anak muda hingga usia 24 tahun juga ingin kembali mendapatkan pendidikan. Presentase mereka yang mengakses dana pendidikan telah meningkat dari 35 persen di tahun 1999 menjadi 43 persen.

BACA JUGA: Begini Cara Australia Yakinkan ASEAN Kapal Selam Nuklir Bukan Ancaman

"Meskipun demikian, pengangguran kaum muda di Australia masih setara dengan negara-negara maju lainnya."

Tapi tingkat kergantungan kesejahteraan antar generasi masih menjadi masalah besar di Australia.

Jumlah warga yang berusia 18 hingga 26 tahun yang masih ketergantungan pada pembayaran pemerintah hampir berlipat ganda, jika orangtua mereka juga menerima pembayaran dari pemerintah.

Perempuan berusia 25 hingga 29 khususnya, memiliki tanggung jawab untuk menanggung lebih besar. Jumlah perempuan di kelompok usia tersebut yang mengakses pembayaran telah melonjak delapan kali lipat sejak tahun 1999.

Sementara di kelompok pria ada peningkatan hingga lima kali lipat dalam jangka waktu yang sama. Kesepian jadi masalah utama Photo: Anak-anak muda lebih mungkin merasakan kesepian. (Flickr: leppre)

Kabar baiknya, kejahatan telah menurun. Misalnya, rumah yang mengalami pencurian telah bekurang setengahnya dalam sepuluh tahun.

Tapi jumlah kekerasan seksual masih tetap stabil.

"Data survei menunjukkan tingkat kekerasan diantara pasangan dan kejahatan seksual relatif stabil sejak tahun 2005, sementara total angka kekerasan telah menurun. Namun, jumlah dan tingkat korban kekerasan seksual yang dicatat oleh polisi telah meningkat setiap tahun sejak 2011," kata Dinesh Indraharan, juru bicara AIHWA.

Di Australia, kekerasan seksual jarang dilaporkan, karenanya jumlah peningkatan laporan ke polisi tidak selalu berarti lebih banyak kejahatan yang dilakukan. Ini hanya berarti lebih banyak korban yang berani melaporkannya.

Meskipun tingkat kekerasan menurun atau stabil, warga Australia sebenarnya merasa kurang aman. Australia berada di peringkat paling bawah di negara-negara maju lainnya, misalnya seberapa aman kita bisa berjalan sendiri di malam hari.

Kesepian adalah masalah yang sangat besar di antara warga Australia, bahkan lebih buruk jika Anda seorang anak muda.

Satu dari empat warga Australia saat ini merasakan kesepian, karena jumlah orang yang hidup sendirian juga meningkat.

Terutama di kalangan warga dewasa dan pria berusia muda sangat merasakan kesepian.

Terlepas dari kekerasan dalam rumah tangga, anak-anak muda menjadi faktor terbesar dalam menentukan apakah mereka mengakses bantuan tunawisma atau tidak.

Satu dari lima tunawisma Australia berusia 24 hingga 35 tahun dan 6.900 tunawisma lainnya tidak lagi mendapat bantuan dari negara setelah mereka berusia 18 tahun.

Simak laporan aslinya dalam Bahasa Inggris disini.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemegang Visa Sementara Desak Pemerintah Australia Angkat Mereka Jadi Warga Permanen

Berita Terkait