Konsistensi Skuad, Kunci Juara Spanyol

Rabu, 14 Juli 2010 – 10:07 WIB
GOLDEN - Para pemain Spanyol di atas panggung di Madrid, 12 Juli waktu setempat, dalam rangkaian perayaan sukses mereka meraih juara PD 2010. Foto: AFP Photo/Miguel Riopa/FIFA.com.
MADRID - Setelah menanti selama 76 tahun, Spanyol akhirnya memetik gelar Piala Dunia pertamanyaSukses ini melengkapi prestasi dua tahun lalu, tepatnya ketika mereka merebut mahkota Euro 2008, yang merupakan lambang supremasi sepak bola Eropa

BACA JUGA: Usai Juara, Spanyol Bidik Host PD 2018

Publik Spanyol menyebut skuad besutan Vicente del Bosque itu sebagai golden generation, alias generasi emas yang pernah dimiliki negeri Matador.

Anggapan itu tidak berlebihan
Sebab, hanya dalam kurun waktu dua tahun, mereka mampu memperluas dominasi

BACA JUGA: Permainan Oranje Paling Kasar

Di even ini, mereka mampu menyingkirkan banyak kekuatan Amerika Latin, yang selama ini juga dianggap sebagai kiblat kekuatan sepak bola dunia
Mulai dari Cile dan Honduras di fase grup, sampai Paraguay di perempat final.

"Harus diakui, sukses skuad di Euro 2008 menjadi salah satu kunci sukses kami kali ini," ungkap Vicente del Bosque, seperti dilansir Associated Press

BACA JUGA: Fabregas Tak Menyesal Dicadangkan

"Para bekas penggawa Euro yang saya tunjuk menghuni skuad ini, bisa menjaga kontinuitas performaMereka sangat konsisten, dan sudah tahu apa yang harus dilakukan," lanjutnya.

Setelah mengambil alih kepemimpinan dari tangan Luis Aragones tepat usai Euro, Del Bosque memang hanya membuat sedikit perubahanDari 23 pemain, hanya tujuh yang digantiAntara lain adalah defender Fernando Navarro, kiper Andres Palop, serta striker Daniel Guiza.

Dia pun memasukkan darah-darah segar macam kiper Victor Valdes, bek tengah Gerard Pique, duet winger muda Gonzalo Jesus Navas dan Juan Mata, serta rising star Barcelona Pedro RodriguezDari empat nama itu, Valdes, Mata dan Pedro berstatus un-capped, alias belum pernah terjun di pertandingan internasional sebelumnya.

Seiring dengan masuknya wajah-wajah baru, pola starting eleven pun berubahDi sektor belakang, Carlos Marchena dan Marcos Senna tak lagi dipakaiSebagai gantinya, Pique mendampingi Carles PuyolKarena Cesc Fabregas baru sembuh dari cedera, dia lebih suka memakai Sergio Busquets dan Xabi Alonso sebagai holding midfielderMereka menyokong Xavi, Andres Iniesta, dan Pedro atau David SilvaDavid Villa juga lebih sering dipasang ketimbang Fernando Torres yang belum 100 persen fit.

Del Bosque juga berani membuat perubahan skemaDulu, Spanyol sangat setia dengan pola klasik 4-4-2Hanya saja, di final Euro 2008, Aragones menurunkan skema 4-1-4-1 yang tidak lazimNah, Del Bosque lebih fleksibelDia bisa memakai 4-4-2, 4-3-3 yang agresif, maupun 4-2-3-1 yang sedang populer, tergantung karakter lawan.

"Saya beruntung mendapatkan tim yang fondasinya sudah kokohSoliditas mereka sudah terbentuk, dan saya tinggal melanjutkan hasil kerja mereka dua tahun laluTapi, melakukan itu pun tidak mudahMereka tetap harus diapresiasi untuk kerja keras di turnamen kali ini," papar pelatih berusia 59 tahun tersebut.

Skuad baru bentukan Del Bosque memang terlalu condong pada Real Madrid dan BarcelonaNamun, itu bukan keputusan yang burukSebagai anggota tim besar, para pemainnya sudah dibekali dengan mental juaraItu juga menjadi kunci sukses mereka bangkit setelah ditekuk Swiss 0-1 di laga perdana.

Satu hal lagi, kompetisi yang sehat di Spanyol juga menjadi salah satu penentu keberhasilan mereka di level duniaSebagaimana diketahui, Liga Primera kini menjadi jujukan bintang-bintang besarMusim lalu saja, liga tersebut kedatangan Cristiano Ronaldo, Kaka dan Zlatan IbrahimovicBelum dihitung bintang besar yang sudah lama merumput di sana seperti Lionel Messi, Diego Forlan, atau Rafael van der Vaart.

Namun, pemain asli Spanyol tetap bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiriMereka menyerap ilmu dari pemain asing, tanpa harus kalah kualitasPemain muda macam Sergio Ramos, Pedro dan Jesus Navas, tumbuh besar dalam kompetisi yang ketat semacam itu, sehingga ketika dipanggil timnas, mereka sudah matang.

Ini beda dengan Italia dan Inggris yang gagal mengembangkan bakat-bakat mudanyaPremier League Inggris yang disesaki pemain asing membuat pemain lokal sulit berkembangBanyak penggawa Three Lions - sebutan Inggris - yang tidak berstatus starter di klub, lantaran kalah kualitas dari legiun asingHal yang sama terjadi di Italia.

"Di sisi lain, bintang-bintang yang 'disekolahkan' ke liga lain juga pulang membawa ilmu baruSkuad kami sangat hebat, dan merekalah inti dari sepak bola SpanyolKami bisa terus berkembang," ucap Fabregas, seperti dilansir Guardian(na/ito/jpnn)

Skuad Juara Piala Dunia 2010
Spanyol (4-2-3-1): 1-Casillas (g); 15-Ramos, 3-Pique, 5-Puyol, 11-Capdevila; 14-Alonso, 16-Busquets; 8-Xavi, 6-Iniesta, 18-Pedro; 7-David Villa
Pelatih: Vicente Del Bosque

Skuad Juara Euro 2008
Spanyol (4-1-4-1): 1-Casillas (g); 15-Ramos, 4-Marchena, 5-Puyol, 11-Capdevila; 19-Senna; 6-Iniesta, 8-Xavi, 10-Fabregas, 21-Silva; 9-Torres/7-Villa
Pelatih: Luis Aragones

Momen Kunci Kesuksesan Spanyol

16 Juni 2010: Kalah dari Swiss 0-1
Meski gagal meraih angka pertama, kekalahan itu menjadi cambuk bagi SpanyolSejak itu, mereka tidak pernah overconfident, dan mempelajari karakter musuh lebih detail.

25 Juni 2010: Menang atas Cile 2-1
Kemenangan mengantar Spanyol ke puncak klasemen Grup H, menghindarkan pertemuan awal dengan Brazil.

4 Juli 2010: Menang atas Portugal 1-0
Menemukan formula untuk mengatasi tim yang bermain defensifSpanyol lebih mengoptimalkan sektor sayap untuk membongkar pertahanan lawan, dan memperkuat defense demi menangkal serangan balikStrategi yang sama dipakai saat melawan Paraguay.

8 Juli 2010: Menang atas Jerman 1-0
Mengganti Fernando Torres dengan Pedro RodriguezSektor sayap jauh lebih efektifKemenangan atas sesama raksasa Eropa juga makin mematangkan mental Spanyol.

12 Juli 2010: Menang atas Belanda 1-0
Dengan skuad yang tidak berubah dari semifinal, Spanyol sempat kesulitanNamun, serangan konstan dari sayap kembali membuahkan gol tunggalKali ini, dicetak Andres Iniesta.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Quadruple Sneijder Melayang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler