Konsumsi Pertamax Meningkat Tajam

Rabu, 21 Januari 2015 – 19:01 WIB
Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax terus meningkat. Ini seiring harganya yang makin terjangkau. Merujuk data PT Pertamina konsumsi Pertamax meningkat dua kali lipat. Tahun lalu, tiap hari 2.300 kiloliter (kl), kini menjadi 5.200 kl.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan pertumbuhan saat ini memang ke Pertamax sedangkan, BBM beroktan rendah atau Premium stabil. “Biasanya, premium tumbuh rata-rata 6 persen tiap bulan, tapi sekarang stabil,” katanya.

BACA JUGA: Pelabuhan Kuala Tanjung Jadi Solusi Tingginya Biaya Logistik

Pemilik kendaraan juga ditengarai migrasi dari Premium ke Pertamax. Penyebabnya, trend harga Pertamax terus turun. Sempat di angka Rp 9.000-an di awal pemerintahan Jokowi, lantas turun menjadi Rp 8.800 per liter. Harga minyak dunia yang terus anjlok membuat Pertamina kembali memangkas harga Rp 800 per liter.

Saat ini di Jawa, Pertamax bisa dibanderol Rp 8.000. Sedangkan, daerah lain bisa lebih mahal karena ada ongkos lain yang masuk dalam pembentuk harganya.

BACA JUGA: Izin Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung Molor Sehari

Pertumbuhan itu membuat PT Pertamina yakin total konsumsi Pertamax yang tahun lalu hanya 800 ribu kl, di 2015 mencapai 1,5 juta kl. “Jika, disparitas harga dengan Premium tetap sedikit, total konsumsi bisa sampai 2 juta kl dalam setahun ini,” tutur Bambang.

Keyakinan itu juga didukung oleh trend otomotif saat ini yang memproduksi kendaraan dengan BBM tanpa timbal. Lambat laun, Premium akan semakin ditinggalkan meski[un pada 2015 diprediksi total konsumsinya mencapai 31 juta kl. “Pertamax naik signifikan, sementara Pertamax Plus naik 10 persen,” ujarnya.(jawapos)

BACA JUGA: Izin Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung Molor, Apa yang Dikerja Jonan?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Bakal Undang Investor untuk Kembangkan Pelabuhan Sorong


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler