Koordinator Aliansi Honorer K2: Apa Lagi yang Diharapkan dari Bu Titi?

Kamis, 29 Agustus 2019 – 18:54 WIB
Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih saat aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu (31/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pelaksanaan rapat kerja nasional (rakernas) Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) yang akan dihelat di Jakarta pada 5-6 September mendatang, terus menuai kritikan.

Koordinator Aliansi K2 Indonesia (AK2I) DKI Jakarta Rusman, menilai PHK2I di bawah komando Titi Purwaningsih gagal mengantarkan mereka menjadi PNS.

BACA JUGA: Sejumlah Pentolan Honorer K2 tak Percaya Lagi pada Bu Titi

"Apa lagi yang diharapkan dari Bu Titi?. Dia memang berhasil, tapi berhasil menjadikan honorer K2 menjadi non-PNS. Cita-cita menjadi PNS makin jauh dari harapan. Apalagi dia justru memberikan contoh ikut seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Mana komitmennya menolak PPPK? Kok malah ikut-ikutan melamar PPPK," tutur Rusman kepada JPNN.com, Kamis (29/8).

Kegagalan Titi, lanjutnya, bisa dilihat dari lolosnya bidan desa PTT yang bisa jadi PNS meski usianya di atas 35 tahun. Padahal ada UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membatasi usia CPNS 35 tahun.

BACA JUGA: Rakernas Perkumpulan Honorer K2 Indonesia, Pembuktian Komitmen Bu Titi

Bidan desa PTT bisa jadi PNS hanya melalui keputusan presiden. Seharusnya kata Rusman, jika Titi benar-benar serius berjuang, honorer K2 bisa mendapatkan Keppres.

"Apa bedanya honorer K2 dengan bidan desa PTT? Mereka saja yang gajinya banyak masih menuntut PNS. Apalagi kami yang pendapatannya sangat minim. Anehnya Bu Titi dan pendukungnya selalu berdalih sukses mengantarkan honorer K2 jadi CPNS. Padahal yang ikut tes hanya segelintir karena dibatasi usia dan formasi," bebernya.

BACA JUGA: Pentolan Honorer K2: Puan Maharani Kuncinya

BACA JUGA: Sejumlah Pentolan Honorer K2 tak Percaya Lagi pada Bu Titi

Dia lantas mengungkit masa perjuangan honorer K2 bersama bidan PTT. Saat itu banyak honorer K2 berpikir bidan PTT akan ikut memperjuangkan mereka. Nyatanya, bidan bisa jadi PNS karena dukungan dari tenaga honorer K2.

"Honorer K2 hanya dimanfaatkan oleh aktor-aktor politik. Mungkin kalau teman-teman di Jakarta masih ingat, tahun 2014, bidan PTT pinjam gedung PGRI milik guru. Saya pikir awalnya mereka akan memperjuangkan honorer K2 tetapi fakta dan kenyataannya adalah tidak ada K2 usia 35 tahun ke atas jadi PNS. Malah seluruh bidan non K2 yang jadi. Apakah honorer K2 mau sekali lagi mengulangi hal yang sama. Berjuang tapi yang diangkat non K2," pungkasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Itong: Tuntaskan Dulu Honorer K2, Jangan Terburu-buru Seleksi CPNS Jalur Umum


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler