Kopassus vs Brimob, DPR Soroti Sinergi Panglima TNI-Kapolri

Senin, 29 November 2021 – 20:25 WIB
Wakil Ketua Umum PPP yang juga anggota Komisi III DPR Arsul Sani. Ilustrasi/Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani berharap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi bersama menyusul kejadian keributan antara prajurit Kopassus dan personel Brimob di Timika, Papua.

Terlebih lagi, Arsul menilai, kejadian bentrok antara prajurit TNI dengan personel Polri bukan sekali saja terjadi di Tanah Air.

BACA JUGA: Bentrok Kopassus vs Brimob, Simak Pernyataan Tegas Jenderal Andika

Menurut legislator Fraksi PPP itu, evaluasi paling tidak mencakup pemetaan penyebab-penyebab bentrokan yang telah terjadi.

"Kemudian bagaimana langkah-langkah antisipasi ke depannya serta ketegasan sanksi yang perlu disosialisasikan kepada seluruh personil TNI dan Polri," tutur Arsul melalui layanan pesan, Senin (29/11).

BACA JUGA: Begini Kondisi Anggota Brimob yang Terlibat Bentrokan dengan Kopassus

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua MPR itu menyadari situasi penugasan prajurit TNI dan personel Polri di satu daerah memiliki karakteristik berbeda-beda, sehingga potensi konflik bisa diteliti dengan tepat.

"Kami yakin Panglima TNI dan Kapolri akan dapat membangun sinergitas TNI-Polri yang lebih baik dengan memperbaiki manajemen relasi personel di kedua institusi ini," beber Arsul.

BACA JUGA: Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima TNI dan Kapolri Diminta Lakukan Ini

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebut pihaknya akan melakukan proses hukum kepada prajurit yang terlibat dalam keributan di Timika, Mimika, Papua, Sabtu (27/11) kemarin.

Sebelumnya, anggota Kopassus yang tergabung dalam Satgas Nanggala dengan Brimob dari Satgas Amole terlibat keributan di Timika.

Menurut Andika, Polisi Militer (POM) TNI dan Pusat Militer TNI AD sedang melakukan penyelidikan atas dugaan keterlibatan prajurit dalam kejadian keributan itu.

"Pusat Polisi Militer TNI bersama-sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika melalui layanan pesan, Senin.

Di sisi lain, mantan KSAD itu menuturkan bahwa polisi juga melakukan hal yang sama seperti TNI menyusul kejadian di Mimika.

Polri, kata Andika, bakal menindak anggota Korps Bhayangkara yang terbukti terlibat dalam keributan di Bumi Cenderawasih itu.

"TNI juga sudah lakukan koordinasi dengan Polri untuk lakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," bebernya. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Adil
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler