Korban Hercules asal Natuna Sempat Minta Disambut Kesenian Rabbana

Kamis, 02 Juli 2015 – 00:19 WIB
Foto: AFP

jpnn.com - NATUNA - Jatuhnya pesawat Hercules C130 di Medan, Selasa (30/6) kemarin, hingga saat ini masih meninggalkan bekas duka mendalam bagi masyarakat Natuna. Penerbangan pesawat Hercules dari Pekanbaru menuju Ranai banyak ditumpangi warga Natuna. Tercatat 24 warga Natuna dalam manifes pesawaat naas itu.

Isak tangis warga Natuna di bandara Lanud Ranai pecah, sesaat akan melepas perwakilan keluarga untuk menjemput anggota keluarga yang ikut dalam penerbangan pesawat Hercules A1310 tipe C-130 milik TNI AU, jatuh di Medan.

BACA JUGA: Pembahasan 87 RUU Pemekaran Tunggu Revisi PP 78

Duka yang mendalam ini tidak terkecuali keluarga Aidil,50 yang tinggal di Kelurahan Ranai Darat Kecamatan Bunguran Timur Natuna. Aidil kini kehilangan anak dan istri tercintanya, Robianto,18 dan Ruslinawati,45 yang hendak pulang dari Pekanbaru ke Ranai.

Aidil sendiri tidak memiliki firasat akan diterima musibah ini. Sehari sebelumnya, anak sulung dan istrinya masih berkomunikasi lewat telepon. Seperti biasa keluarga sakinah ini dikenal warga sebagai istri harmonis dalam rumah tangga dan  ramah kepada tetangga.

BACA JUGA: Ini Warning untuk Pemda: Dilarang Beri THR

Keberangkatan Ruslinawati di Pekanbaru sekitar dua pekan lalu, menemani anaknya mendaftar kuliah di Pekanbaru, dan sudah diterima di fakultas Setikes Pekanbaru.

Setelah menerima kabar duka itu, Aidil hingga diterbangkan masih tidak yakin akan menyembut jenazah istri tercintanya. Bahkan sejak Selasa kemarin, Aidil sulit bicara. Tetangga dan keluarganya terlihat  ramai dirumah duka, memberikan dukungan semangat, menunggu kabar anggota keluarga dalam manifes Hercules.

BACA JUGA: TNI Pastikan Korban Jiwa Akibat Tertimpa Hercules Dievakuasi

"Yang sabar ya Aidil, ikhlaskan. Semua sudah allah yang berkehendak," ucap Bhakri, abang Aidil.

Sehari sebelum jatuhnya pesawat Hercules ini, Robianto dan Ruslinawati tidak hanya berkomunikasi, bahkan mengirim foto terbaru di bandara Lanud Pekanbaru sebelum terbang ke Medan.

Bahkan Ruslinawati berpesan kepada keluarga di Ranai, agar disambut meriah ketika tiba di Ranai. Yakni disambut kesenian Rabana.

"Memang ada yang aneh, Rus sempat minta disambut kedatangnya dirumah  dengan kompang dan kesenian rabana. Saya langsung jawab, udah kayak penganten saja Rus. Hanya satu harapan kami, jenazah keluarga kami bisa dikebumikan di Ranai. Apapun syaratnya," tutur Bhakri.

Suasana duka juga terlihat dikediaman Muhamad Nazir,60 warga kampugn Sual Ranai. Muhamad Nazir sejak semalam terus menangisi musibah tersebut.

Nazir kini merasa belum yakin anaknya Karminto,23 ikut dalam penerbangan naas yang terbang dari Pekanbaru ke Ranai.

"Kemarin Ujang (Karminto,red) baru berulang tahun, ke 23," Agus abang korban.

Mahasiswa semester 5 disalah satu fakultas di Pekanbaru ini merupakan anak yang penurut dan berprestasi. Setiap bulan puasa pulang mudik bersama keluarga. Namun mudik kali ini pesawat yang ditumpang naas, kecelakaan dan jatuh di Medan.

Penumpang Hercules dari Pekanbaru tujuan ke Ranai, tercatat 61 manifes. 24 manifes diantara warga Natuna, sebagian besar mahasiswa yang kuliah di Pekanbaru, satu mahasiswa kuliah di Medan, atas nama Eka Purnama Sari, 18 warga Kecamatan Serasan.

Suasana duka juga kediaman Harken di Ranai, dua keponakannya Evrina Agnes dan Servi Mastiana. Keduanya mahasiswa semester IV, satu dijurusan psikologi dan jurusan teknik sipil di universitas Tabrani Pekanbaru.

"Kami belum yakin pesawat itu mengalami musibah. Kami berharap ada mukhzizat," tutur Harken.

Harken mengaku, dua keponakannya sudah tinggal bersamanya sejak duduk dibangku SMP. Tidak menyangga kepergian keponakannya secepat itu.

"Saya belum bisa percaya. Sebelum ada kepastian. Kami masih menunggu kabar orangtuanya yang berangkat ke Medan tadi pagi," kata Harken.(arn/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selamat Jenderal Gatot, DPR Setuju Anda Jadi Panglima TNI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler