Korban Mutasi dan Pegawai BKD Adu Jotos

Rabu, 10 Februari 2016 – 08:47 WIB
Sebelum RDP di DPRD dimulai, terjadi adu jotos antara salah satu PNS yang dimutasi dengan staf BKD Halmahera Selatan. FOTO: Malut Post/JPNN.com

jpnn.com - LABUHA – Ratusan pegawai yang dimutasi karena persoalan politik, menyambangi DPRD Halmahera Selatan (Halsel) kemarin (9/2).

Kedatangan mereka untuk menyaksikan rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Halsel dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Halsel. Suasana di DPRD terasa panas sebab PNS yang dimutasi tak terima mereka dikorbankan karena persoalan politik.

BACA JUGA: Terdengar Ledakan..Masjid dan 20 Indekos Terbakar, Barang Dijarah

Sebelum RDP dimulai, terjadi adu jotos antara salah satu PNS yang dimutasi dengan staf BKD Halsel. Namun untung perkelahian ini dihentikan oleh pegawai yang berada di lokasi tersebut.

Yang menjadi pemicu suasana panas karena molornya pelaksanaan RDP, sebab sesuai jadwal pukul 14.00 namun baru dilaksanakan pukul 16.00 WIT. 

BACA JUGA: Menghilang, Nenek 90 Tahun Diduga Terpeleset ke Sungai

“Kami merasa dikorbankan, makanya kami datang ke DPRD untuk mendengar langsung penjelasan dari BKD. Kenapa rapatnya diulur-ulur,” teriak salah satu PNS seperti dilansir Malut Post (Grup JPNN).

Keadaan semakin panas ketika salah satu staf BKD Yulistini Rejeb naik pitam dan memarahi PNS yang datang beramai-ramai ke DPRD.

BACA JUGA: Ilegal Fishing Masih Marak di Perairan Banten

“Jika kalian yang dimutasi datang beramai-ramai, kami juga bisa melakukan hal itu,” tegasnya. Tak lama kemudian suami Yulistini, Indra Fais Karim yang tercatat sebagai salah satu kepala bidang pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BPLHK) Halsel, datang ke DPRD. Mungkin maksudnya akan melindungi istrinya dari hal-hal yang tak diinginkan. Dia langsung menyambangi kerumunan PNS yang dimutasi, namun dicegat oleh beberapa koleganya. Polisi yang berada di lokasi itu, langsung mengambil posisi sehingga keadaan bisa dikendalikan.

Sementara itu pegawai BKD yang datang ke DPRD dikawal oleh polisi. Mereka langsung menuju ke ruang rapat. Dalam rapat, Kepala BKD Jusmin Dahlan tetap bersikukuh bahwa mutasi sudah sesuai ketentuan dan mengikuti prosedurnya. Meskipun kemudian dia diserang oleh anggota DPRD, namun pendiriannya tetap bahwa apa yang dilakukan mereka sudah benar.

Ketua Komisi I DPRD Halsel Husen Said, menjelaskan hasil rapat dengan BKD dan DPKAD akan diputuskan setelah mereka menggelar rapat internal. Namun sebelumnya masalah ini akan dikoordinasikan dengan Sekkab Helmy Surya Botutihe.(saf/onk/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aceh Tegas, Say No To Valentine Day


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler