Korban Terseret Longsor di Kerinci Ditemukan Meninggal Dunia

Selasa, 02 Januari 2024 – 20:06 WIB
Tim SAR berhasil menemukan korban yang terseret longsor hingga hanyut di Sungai Batang Merao, Kerinci, Jambi, Selasa (2/1/2024). ANTARA/HO-Basarnas Jambi.

jpnn.com - JAMBI - Korban yang terseret tanah longsor hingga hanyut di arus Sungai Batang Merao, Kabupaten Kerinci, Jambi, ditemukan TIm SAR Jambi dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Korban ialah Syafrial (54), aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai kepala sekolah di daerah tersebut.

BACA JUGA: Jalan Nasional Padang-Kerinci yang Tertimbun Longsor sudah Bisa Dilewati Kendaraan Pagi Ini

"Hari ini kami sudah menemukan korban atas nama Syafrizal 54 tahun dalam keadaan meninggal dunia," kata Humas Basarnas Jambi Luthfi di Jambi, Selasa (2/1).

Luthfi menjelaskan korban ditemukan oleh Tim SAR dalam keadaan mengambang sejauh kurang lebih 10 kilometer dari lokasi kejadian. Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban menuju Puskesmas terdekat.

BACA JUGA: Jalan Nasional Padang-Kerinci Tertimbun Longsor, Macet Total

Korban ditemukan pada pencarian hari kedua, setelah terbawa arus Sungai Batang Merao di Desa Koto Luar, Siulak Mukai, akibat tanah longsor pada Senin (1/1).

Dalam pencarian korban, Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas Pos SAR Kerinci, Polres Kerinci, Kodim 0417 Kerinci, BPBD, Dinas Sosial, dan masyarakat setempat melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting dan menyisir jalur darat melalui tepi sungai.

BACA JUGA: Sebar Video Begituan dengan Kekasih, Pria Asal Kerinci Berurusan dengan Polisi

Sebelumnya, pada Senin (1/1) pukul 19.00 WIB, korban terbawa arus Sungai Batang Merao akibat musibah longsor yang terjadi di tepi sungai tersebut.

Setelah mendapatkan informasi atas kejadian tersebut, Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Sejauh ini belum diketahui kronologi korban tersebut sampai bisa terseret longsor hingga hanyut di Sungai Batang Merao, Kerinci itu.

Saat ini,ratusan rumah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sedang menjadi korban terdampak bencana banjir. Ribuan jiwa telah dievakuasi sejak Minggu malam (31/12). Banjir diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya sungai di daerah setempat. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler