Korsel Panggil Dubes Jepang Bahas Perang Dagang

Rabu, 28 Agustus 2019 – 17:00 WIB
PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korsel Moon Jae-in di Hamburg pada 2017. Kini kedua negara terlibat perang dagang. Foto: Hani.co.kr

jpnn.com, SEOUL - Korea Selatan memanggil duta besar Jepang untuk memprotes keputusan Jepang menghapus status ekspor jalur cepat Seoul, yang mulai berlaku pada Rabu di tengah perselisihan politik dan ekonomi yang semakin dalam.

Jepang mencoret Korea Selatan dari apa yang disebut "daftar putih" mitra dagang favorit bulan ini. Pencoretan dari daftar itu bisa berarti lebih banyak dokumen dan pemeriksaan di tempat bagi beberapa pengekspor Jepang serta berpotensi memperlambat pasokan berbagai barang.

BACA JUGA: Keyakinan dan Ikhtiar Megawati agar 2 Korea Bersatu Lagi

Langkah itu, yang mulai berlaku pada Rabu, mendorong Korea Selatan untuk mencoret Jepang dari daftar perdagangan favoritnya serta membatalkan perjanjian kerja sama intelijen.

Korea Selatan memanggil duta besar Jepang untuk mengajukan keluhan resmi dan menuntut agar keputusan soal "daftar putih" dibatalkan, kata seorang pejabat kementerian luar negeri Korea Selatan.

BACA JUGA: Dunia Sandang

BACA JUGA: Presiden Korsel Bersumpah Tidak Akan Menyerah kepada Jepang

Pejabat pemerintah pada pertemuan di Seoul juga sepakat untuk menyediakan 5 triliun won (sekitar Rp58,6 triliun) dari 2020 sampai 2022 untuk menstabilkan rantai pasokan di sektor-sektor yang terkena dampak ekonomi.

BACA JUGA: Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara Ukir Catatan Manis di Kejuaraan Dunia BWF 2019

"Kami sekali lagi mendesak Jepang untuk menahan diri dan tidak memperburuk situasi dan dengan tulus menanggapi tawaran dialog kami untuk memulihkan hubungan," Perdana Menteri Lee Nak-yon mengatakan pada pertemuan itu.

Hubungan antara kedua negara memburuk akhir tahun lalu setelah Mahkamah Agung Korea Selatan memerintahkan kompensasi bagi beberapa warga Korea yang dipaksa bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang selama pendudukan Jepang tahun 1910-1945 di Korea.

Perselisihan yang semakin meningkat menimbulkan kekhawatiran AS tentang kerja sama keamanan tiga arah dengan dua sekutu regionalnya itu dalam menghadapi program nuklir dan rudal Korea Utara yang sedang tumbuh.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan pada Selasa (27/8) bahwa Washington berharap perselisihan itu telah mencapai "titik terendah" dan dua negara bertetangga akan mulai membangun kembali hubungan mereka. (ant/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Makin Panas! Donald Trump Desak Perusahaan AS Cabut dari Tiongkok


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler