Korupsi Rp 157 Juta, Kabur Sembilan Tahun, Licin

Sabtu, 29 Agustus 2020 – 00:56 WIB
Terpidana kasus korupsi yang sempat buron sembilan tahun, Suroso, saat berbicara kepada pewarta di Kejati Sumsel, Jumat (28/8). Foto: ANTARA/Aziz Munajar

jpnn.com, PALEMBANG - Suroso, buronan selama sembilan tahun dalam kasus korupsi dana bantuan sosial pengadaan konstruksi area kebun seluas 50 hektare di Kabupaten OKU Timur pada 2011 akhirnya ditangkap Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman, Jumat, mengatakan sebelumnya buronan bernama Suroso itu diamankan Tim Tangkap Buron Kejati Sumsel pada Rabu malam (26/8) di rumah kontrakannya di Jakarta.

BACA JUGA: Beber 3 Catatan Pencegahan Korupsi, Pak Jokowi Singgung soal Takut Kepada Allah

"Suroso (terpidana) melarikan diri pada saat akan dilakukan eksekusi atas vonis satu tahun penjara yang telah dijatuhkan pada 2011," ujarnya kepada wartawan.

Suroso telah divonis oleh majelis hakim PN Baturaja dengan surat putusan Pengadilan Negeri Baturaja Nomor : 548/PID.B/2010 Tanggal 06 Maret 2011. Dalam putusan tersebut ia dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp50 juta subsider satu bulan.

BACA JUGA: Jamal Preman Pensiun Enggak Kapok Ditangkap Polisi

Suroso dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menyelewengkan dana APBN Bantuan Sosial untuk pengadaan dan pembangunan konstruksi serta sapronak perluasan areal kebun seluas 50 Ha di Kabupaten OKU Timur.

Dari perbuatannya diamankan barang bukti berupa uang pengganti kerugian negara yang dititipkan ke Bank Sumsel Babel sebesar Rp 157 Juta.

Suroso masih sempat berada di OKU Timur selama satu tahun pascaputusan, kata dia, kemudian melarikan diri ke Jakarta.

Khaidirman menjelaskan bahwa perkara yang menjerat Suroso saat adanya temuan dugaan penyelewangan dana bansos OKU Timur ketika ia masih memegang kendali gapoktan. Suroso divonis melanggar Pasal 3 UU No 31 tahun1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Rencananya malam ini kami akan mengeksekusi terpidana ke Rutan Martapura guna menjalani masa hukumannya," kata Khaidirman.

Sementara Suroso mengaku lebih baik kabur karena merasa tidak punya opsi lain dibandingkan harus menjalani masa tahanan. Selain itu, sebagian hasil korupsinya senilai Rp 150 juta sudah dibagikannya kepada PPK proyek tersebut.

"Selama kabur saya kerja serabutan, terakhir kali jadi sopir online," ujarnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler