Korut Makin Berani, Amerika Malah Lembek

Rabu, 07 Agustus 2019 – 20:21 WIB
Salah satu misil Korea Utara. Foto: reuters/kcna

jpnn.com, PYONGYANG - Korea Utara (Korut) kian berani. Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu kemarin, Selasa (6/8) kembali menguji coba misilnya untuk kali keempat dalam dua pekan terakhir.

Uji coba tersebut bersamaan dengan latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS). Dua negara yang bersekutu itu baru melakukan latihan virtual. Praktik lapangan digelar Minggu mendatang (11/8).

BACA JUGA: Tiongkok Geram Dituding Memanipulasi Mata Uang, Perang Dagang Makin Panas

Pyongyang memang sengaja melakukannya. Ia selalu berang setiap kali Seoul dan Washington latihan perang gabungan. Bagi Korut, itu tampak seperti latihan untuk menginvasi negaranya.

Setiap tahun Korut melakukan uji coba misil menjelang latihan, tapi tidak pernah pada hari H seperti saat ini.

BACA JUGA: Amerika Serikat Perberat Sanksi untuk Venezuela

''Kami sudah memperingatkan beberapa kali bahwa latihan militer gabungan akan mengganjal kemajuan hubungan Korut-AS dan Inter-Korea,'' bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut yang tertulis di KCNA seperti dikutip Agence France-Presse.

BACA JUGA: 

BACA JUGA: Amerika Taruh Rudal di Guam, Tiongkok Panik

Biasanya Korut tak pernah melakukan uji coba tepat saat Korsel-AS menggelar latihan militer gabungan. Mereka juga membuat pernyataan satu jam setelah misil balistik jarak pendek itu ditembakkan, padahal biasanya menunggu keesokan harinya. Para pengamat menilai bahwa Korut sengaja ingin menekan Korsel dan AS.

Sejatinya, saat bertemu di zona demiliterisasi (DMZ) Juni lalu, Jong-un dan Presiden AS Donald Trump sepakat untuk kembali duduk satu meja dan berdialog. Tapi, kini Korut sepertinya enggan melakukannya.

Pyongyang menegaskan bahwa dialog yang konstruktif tidak bisa dilaksanakan saat simulasi perang dilakukan dan partner dialognya dijadikan target serangan.

''Tak perlu melakukan dialog yang melelahkan dan tanpa hasil dengan pihak yang tidak punya kesadaran berkomunikasi,'' tegas Kementerian Luar Negeri Korut.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan bahwa Washington menganggap serius uji coba Korut. Tapi, AS harus berhati-hati agar tidak bereaksi berlebihan sehingga membuat pintu diplomasi tertutup sama sekali. (sha/c19/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terorisme Bule Hantui Amerika, Trump Pemicunya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler