Kota Blitar Satu-satunya Daerah yang Melakukan Uji Coba New Normal PPKM

Selasa, 12 Oktober 2021 – 17:58 WIB
Kota Blitar melakukan uji coba new normal PPKM berdasarkan asesmen Kemenkes dan Inmendagri untuk wilayah Jawa dan Bali. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Kota Blitar, Jawa Timur, menjadi satu-satunya daerah di Jawa-Bali yang melakukan pengujicobaan new normal PPKM Level 1.

Jubir Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al-Farabi mengatakan selama satu pekan penerapan, indikator penanganan kasus corona hingga capaian vaksinasi di sana makin membaik.

BACA JUGA: Pengumuman PPKM dari Pak Luhut Binsar soal Situasi Terkini Pandemi

"Alhamdulillah, Kota Blitar masuk asesmen level satu (Kemenkes,red), maupun Inmendagri," kata Jibril saat dikonfirmasi, Selasa (12/10).

Jibril menjelaskan asesmen dari Kemenkes penanganan sudah mencapai tingkat satu penilaiannya dan kapasitas respons sudah memadai.

BACA JUGA: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Banjir Kritik, hingga Muncul Kata Jangan Dipaksakan

"Kasus konfirmasi hanya 6,26, rawat inap 2,09, dan kematian hanya 0,70. Semua dihitung per 100 ribu penduduk setiap minggunya," tutur dia.

Dalam indikator 3T (testing, tracing, dan treatmen), Kota Blitar diklaim semakin membaik sesuai standar WHO, berdasarkan indikator penilaian Kemenkes.

BACA JUGA: Novel Baswedan Sebut AKP Robin Pegawai Baru, Mainkan Banyak Kasus, Terima Belasan Miliar

"Testing mencapai 0,72 persen, tracing rasionya sudah 23,20 persen, dan BOR 5,73 persen," imbuh dia.

Selain itu, capaian vaksinasi sudah terpenuhi sesuai standar WHO dengan target cakupan dosis pertama minimal 70 persen dan vaksinasi lansia 60 persen.

"Kota Blitar sudah mencapai vaksinasi 99,79 persen untuk dosis pertama dan untuk vaksinasi lansia sudah mencapai 67 persen," ujar dia.

Jibril mengungkapkan Kota Blitar mempunyai kelebihan lantaran tidak masuk wilayah aglomerasi seperti Surabaya Raya dan Malang Raya. Sehingga, bisa masuk dalam uji coba new normal.

Meski begitu, uji coba tersebut harus tetap dimonitoring dengan ketat supaya tidak terjadi lonjakan kasus dan indikator-indikator kesehatan bisa dipertahankan.

"Agar penerapan new normal benar-benar bisa diimplementasikan dengan baik. Sehingga, bisa ditiru kota/kabupaten yang lain," pungkas Jibril. (mcr12/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler