Kouta Penempatan Transmigran Tahun Ini Menurun

Rabu, 02 Juli 2014 – 15:03 WIB

jpnn.com - PADA tahun 2014 ini, jumlah  kuota penempatan transmigran yang akan dikirim ke berbagai kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia akan menurun.

Selain disebabkan penggunaan anggaran diprioritaskan untuk membenahi infrastruktur di kawasan transmigrasi,  penurunan ini disebabkan juga adanya pengetatan seleksi  calon transmigrasi yang hendak diberangkatkan.

BACA JUGA: Dua Kereta Baru INKA Siap Bantu Angkut Pemudik

“Untuk tahun ini, kita prioritaskan untuk meningkatkan kualitas infrastuktur di kawasan transmigrasi. Kita ingin semuanya mendapat fasilitas yang memadai, sehingga anggaran pemberangkatan dikurangi," Kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Rabu (2/7). 

Hal ini dikatakan Menakertrans Muhaimin Iskandar seusai meninjau fasilitas pelatihan transmigran di  Balai Pelatihan Transmigrasi (Balatrans) Banjarmasin,Kalimantan Selatan pada Rabu (2/7). 

BACA JUGA: Menkopolhukam Tunggu Putusan MK Terkait UU Pilpres

Muhaimin mengatakan peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan transmigrasi dibutuhkan  agar proses pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan transmigrasi dapat berkembang lebih cepat sehingga mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan transmigran.

“Anggaran transmigrasi tahun ini diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi seperti pembangunan jalan, sarana transportasi, jembatan, listrik dan penyediaan fasilitas air bersih, dll,”kata Muhaimin.

BACA JUGA: KIB Siap Kawal Seluruh TPS demi Menangkan Jokowi-JK

Pengalihan anggaran untuk peningkatan kualitas infrastruktur ini, kata Muhaimin berpengaruh pada menurunnya jumlah kuota penempatan transmigran.
"Kalau biasanya bisa di atas 10 ribu kepala keluarga, kali ini di bawahnya,” kata Muhaimin.

Tak hanya itu, kebijakan pengetatan seleksi calon transmigrasi pun turut mempengaruhi penurunan jumlah penempatan transmigrans. “Seleksi calon transmigran harus diperketat utnuk menjamin terpilihnya calon transmigran yang berkualitas, untuk  mengembangkan kawasan transmigrasi di daerah-daerah,”kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan salah satu perubahan paradigma dalam penyelenggaraan program transmigrasi adalah lebih menekankan pada kualitas dan keberhasilan program ketimbang kuantitas dan jumlah penempatan calon transmigrasi.

Calon transmigran juga membutuhkan bekal yang cukup dalam mendukung pembangunan nasional. Mereka akan dibekali pelatihan, pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan daerah tujuan mereka nanti. Hal ini dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai dengan wilayahnya nanti. (mas)

“Para calon transmigran benar-benar mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan baru. Pemerintah tentunya membekali para transmigran dengan berbagai keterampilan yang disesuaikan dengan potensi di masing-masing lokasi penempatan, kata Muhaimin. 

Muhaimin mengharapkan. “Seleksi dan pelatihan dibutuhkan untuk memberikan gambaran umum kondisi lokasi yang akan dituju, hak dan kewajiban sebagai transmigran, materi peningkatan motivasi dan sikap mental untuk maju, di samping bekal pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan lokasi yang dituju,” lanjut Muhaimin.

 “Kita berharap kepada semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan transmigrasi untuk saling bersinergi dalam membangun daerah dan mensejahterakan masyarakatnya, kata Muhaimin. (adv)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bareskrim Janji Segera Tetapkan Tersangka Kasus Obor Rakyat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler