KPAI Desak Bentuk Badan Perbukuan Nasional

Jumat, 29 Desember 2017 – 06:59 WIB
KPAI

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil penerbit buku pelajaran untuk anak-anak yang diduga berisi konten lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang diterbitkan oleh Pustaka Widyatama.

Buku yang diklarifikasi oleh KPAI berjudul “ Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar) yang ditulis Intan Noviana dan diterbitkan Pustaka Widyatama.

BACA JUGA: Beredar Buku Pelajaran Mengandung Unsur LGBT

Menurut Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti, dari penelusuran, Pustaka Widyatama ternyata merupakan anak perusahaan dari Mutiara Media (Media Pressindo Group).

Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

BACA JUGA: KPAI Panggil Penerbit Buku Bermuatan Yerusalem Milik Israel

"KPAI hari ini telah mengundang penerbit, tetapi tidak datang dan tanpa konfirmasi. KPAI akan memanggil kembali mengingat buku tersebut menjadi kontroversi dan meresahkan orang tua. KPAI akan menggali keterangan penerbit untuk mengklarifikasi isi buku yang dianggap tak patut tersebut, karena dari kalimat-kalimat yang ditampilkan dalam buku tersebut diduga kuat mengandung unsur LGBT atau secara berani mengampanyekannya," terang Retno di Jakarta, Kamis (28/12).

KPAI mendesak penerbit untuk segera merevisi buku “Balita Langsung Lancar Membaca” tersebut.

BACA JUGA: Kekerasan Marak, KPAI Dorong Pembentukan Sekolah Ramah Anak

KPAI juga meminta bukti revisi berupa sampel buku yang sudah dicetak dan direvisi.

"KPAI mendesak penerbit untuk menarik buku yang masih ada di pasaran dan segera diganti dengan buku yang sudah direvisi. KPAI akan meminta juga bukti penarikan buku yang dimaksud," tegasnya.

Dia menambahkan, KPAI akan ikut mengawasi buku-buku lain yang ditulis Intan Noviana, karena ketika KPAI melakukan penelusuran, ternyata Intan Noviana cukup produktif menulis buku anak-anak.

Jumlah bukunya yang sudah diterbitkan juga banyak, misalnya: “Belajar Membaca Tanpa Mengeja” (seri 1 dan seri 2); “Sembilan Langkah Dalam 9 Hari Anak Balita Lancar Membaca dengan Metode Tanpa Mengeja”; 1000 Anak Lancar Membaaca Tanpa Dieja”, dan lain-lain.

Retno melanjutkan, KPAI juga mendorong IKAPI untuk ikut menegur para penerbit yang menjadi anggota ketika buku terbitnya terindikasi mengandung unsure keekerasan, pornografi dan radikalisasi.

Selain itu KPAI mendorong pemerintah untuk segera membentuk Badan Perbukuan Nasional agar ada sistem kontrol buku yang beredar di Indonesia. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syukurlah, Siswa SD Mirip Ahok Sudah Nyaman di Sekolah Baru


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler