JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh, terkait dugaan suap dalam pemilihan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI oleh Komisi Keuangan DPR pada 2004Nining mengaku tak bisa memenuhi panggilan KPK karena sedang sibuk mempersiapkan
Dari jadwal pemeriksaan KPK pada Kamis (30/7), sedianya Nining bakal diperiksa sebagai saksi bagi empat mantan anggota DPR periode 1999-2004 yakni Udju Djuhaeri dari Fraksi TNI/Polri, Dudi Makmun Murod dari FPDIP, Endin AJ Soefiara dari Fraksi PPP,Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar
BACA JUGA: Kata Hari, Radiogram itu Tak Lazim
Nining diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Biro Pimpinan pada Sekretariat Jendral DPR RIJuru bicara KPK, Johan Budi mengatakan, KPK telah menerima konfirmasi perihak ketidakhadiran Nining
BACA JUGA: Kedutaan India Dukung Kolaborasi Desainer
“Ada surat dari yang bersangkutanAtas permintaan penundaan itu, KPK juga bakal menjadwalulang pemeriksaan
BACA JUGA: Sebastian Gunawan Jelajahi India
“Soal kapan jadwalnya saya belum tahu, tetapi nanti pasti dijadwalulang oleh penyidik,” lanjut Johan.Dihubungi secara terpisah, Nining mengakui adanya rencana pemeriksaan oleh KPK ituNamun karena sibuk mempersiapkan Sidang Paripurna DPR yang bakal dihadiri Presiden SBY pada 3 Agustus mendatang, Nining belum bisa memenuhi panggilan KPK"Saya lagi sibuk ini untuk persiapan rapat paripurnaSaya sudah menghubungi KPK," ujarnya.
Lebih lanjut Nining juga mengaku bahwa pemeriksaa atas dirinya terkait dengan dugaan suap pada pemilihan Deputi Senior Gubernur BI pada 2004"Saya tahu, diperiksa atas kasusnya Miranda," sambungnya.
Rencananya, DPR memang memajukan pelaksanaan sidang paripurna DPR dengan agenda pidato Presiden untuk menyampaikan nota RAPBN 2010 pada 3 Agustus mendatangSementara pidato kenegaraan Presiden di DPR akan disampaikan pada 14 AgustusTahun-tahun sebelumnya, Presiden menyampaikan pidato pengantar nota APBN sekaligus pidato kenegaraan di DPR pada 16 Agustus(ara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Strategi Kecoh Polisi via Internet
Redaktur : Tim Redaksi