KPK Hadirkan Marsdya Henri di Persidangan Kasus Korupsi Basarnas

Senin, 06 November 2023 – 10:11 WIB
Kepala Basarnas Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi. Foto:Rizki Ganda Marito/jpnn.

jpnn.com, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menghadirkan mantan Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi dalam sidang perkara suap pengadaan peralatan deteksi korban reruntuhan. Selain Henri, jaksa KPK juga berencana memeriksa Korsmin Kabasarnas Letkol Adm Arif Budi Cahyanto dan Sekretaris Kabasarnas Ika Kusumawati.

Mereka direncanakan akan dimintai keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (6/11).

BACA JUGA: Boyamin Saiman Ungkap Alasan MAKI akan Laporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK

"Tim Jaksa KPK akan menghadirkan saksi-saksi, Henri Alifiandi, Afri Budi Cahyanto, dan Ika Kusumawati," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (6/11).

Dalam kasus ini, Jaksa KPK mendakwa Roni Aidil telah menyuap mantan Kabasarnas, Marsekal Madya Henri Alfiandi senilai Rp 9,9 miliar.

BACA JUGA: Anggota DPR Fraksi NasDem Haerul Amri Hadiri Pemeriksaan KPK

Jaksa KPK mengungkapkan, suap hampir Rp 10 miliar itu diterima Henri melalui Afri Budi agar dua perusahaan milik Roni Aidil memenangkan empat proyek di Basarnas.

Empat proyek itu adalah pengadaan hoist helikopter, pengadaan public safety diving equipment, dan pekerjaan modifikasi kemampuan sistem remote operated vehicle (ROV).

BACA JUGA: KPK Perpanjang Masa Penahanan SYL

Ketiga proyek itu dilakukan pada tahun anggaran 2021.

Selain itu, ada juga pengadaan public safety diving equipment yang dilakukan pada tahun anggaran 2023.

Lalu, nilai pengadaan hoist helikopter adalah Rp 11,8 miliar Sementara, pengadaan public safety diving equipment adalah Rp 14,8 miliar.

Kemudian, pekerjaan modifikasi kemampuan sistem ROV sebesar Rp 9,9 miliar. Terakhir, pengadaan public safety diving equipment senilai Rp 17,4 miliar.

Berdasarkan surat dakwan Jaksa KPK, Roni disebut bertemu dengan Henri pada awal Maret 2021 di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat.

Roni Aidil pun memperkenalkan perusahaan miliknya yang menjual produk diver mounted display (DMD) satu-satunya di Indonesia.

Produk yang dijual perusahaan Roni Aidil diugunakan dalam pekerjaan pengadaan public safety diving equipment. dugaan suap pengadaan peralatan deteksi korban reruntuhan di Basarnas. (Tan/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Elektabilitas Kokoh, Prabowo-Gibran Punya Peluang Lebih Tinggi Memenangi Pilpres 2024


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler