KPK Jangan Cuma Puas Sampai OTT

Kamis, 12 Januari 2017 – 16:44 WIB
Yenti Ganarsih. Foto; dok/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com -Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Jilid IV belum sempurna, masih menuai protes dari masyarakat.

Mantan anggota panitia seleksi (pansel) calon pimpinan KPK, Yenti Ganarsih mengatakan, persoalan penilaian dari masyarakat itu menjadi salah satu pembahasan antara mantan pansel dengan lima komisioner KPK, Kamis (12/1).

BACA JUGA: Hakim Dahlan dan Sopir Saipul Jamil Digarap KPK

“Kami membahas keberatan-keberatan yang muncul di media, di masyarakat, terhadap kinerja KPK,” kata Yenti usai bersama sejumlah mantan anggota pansel bertemu dengan lima komisioner KPK, Kamis (12/1) di kantor komisi antikorupsi.

Yenti mengatakan keluhan masyarakat antara lain karena KPK yang sekarang ini lebih banyak melakukan operasi tangkap tangan saja. Menurut Yenti, mantan pansel memberikan masukan jangan hanya sekadar OTT saja, tapi penuntasannya juga mesti dilakukan.

BACA JUGA: e-KTP Dikorupsi, KPK Panggil Pejabat Kemendagri Lagi

Dia mencontohkan, salah satunya OTT terhadap Bupati Klaten, Jawa Tengah Sri Hartini yang diduga menerima suap terkait mutasi dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten.

"Jangan hanya bupatinya dan anaknya yang difokuskan, misalnya orang-orang yang membayar untuk mendapatkan jabatan itu juga harus diperiksa,” ujar pakar tindak pidana pencucian uang Universitas Tri Sakti Jakarta ini.

BACA JUGA: KPK Panggil Panitera PN Jakarta Barat

Menurut dia, dari sisi kuantitas, memang KPK banyak melakukan OTT. Namun, dia mengingatkan, KPK jangan puas hanya karena banyak melakukan OTT. “OTT harus dituntaskan semuanya,” katanya.

Selain itu, kata Yenti, KPK juga kurang dalam menindak pelaku korupsi dengan jeratan pasal pencucian uang. Terutama terhadap pelaku hasil OTT. “TPPU-nya kok jarang,” ujar Yenti.

Namun, kata Yenti, KPK sepertinya terkendala pada masalah jumlah sumber daya manusia yang kurang. Seharusnya, kata dia, kalau negara ini fokus pada pemberantasan korupsi, maka harus komprehensif. Anggaran maupun SDM harus ditambah. “Karena kemungkinan memang SDM (yang menjadi persoalan),” katanya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Panggil Pengadil untuk Saksi Saipul Jamil


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
KPK   OTT KPK  

Terpopuler