jpnn.com - JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin hak suara semua warga negara, termasuk bagi penyandang cacat dalam memberikan hak suaranya pada pemilu 2009 iniKarena itu, KPU dan Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) telah menyediakan alat bantu bagi penyandang cacat, khususnya para tuna netra berupa template Braille untuk memilih dan mencontreng.
Hanya saja, sebagian kalangan menilai sosialisasi pemilu bagi para penyandang cacat, masih sangat kurang dilakukan oleh KPU
BACA JUGA: PLTU Meledak, Jawa dan Bali Sempat Blackout
Sebab, bagi penyandang cacat, khususnya para tuna netra, mempunyai keterbatasan secara fisik dalam melaksanakan hak pilihnyaAnggota KPU Syamsul Bahri saat dihubungi JPNN, Rabu (18/3) menjelaskan, pihaknya telah meluncurkan alat bantu berupa template Braille untuk penyandang cacat, khususnya para tuna netra
BACA JUGA: Sehari Ditahan, Syekh Puji Stres
Sebab, semua warga negara, termasuk bagi penyandang cacat berhak untuk memberikan hak suaranya pada pemilu tahun iniDikatakan, dalam Pasal 30 dan Pasal 31 dengan jelas mengatur bahwa pemilih tuna netra dalam pemberian suara untuk anggota DPD dapat menggunakan alat bantu yang disediakan
BACA JUGA: ADB Dituding Pengrusak Hutan
Alat bantu tersebut disiapkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS), khususnya untuk memilih calon anggota DPDSedangkan untuk memilih calon anggota DPR dan DPRD, pemilih tuna dapat didampingi oleh orang yang dipercayai atau petugas KPPS setempat.Menyangkut pendamping tersebut, Syamsul menjelaskan, bagi yang akan menjadi pendamping nanti harus merahasiakan pilihan dari pemilih yang bersangkutanUntuk menjamin kerahasiaan itu, KPU menyiapkan sebuah form yang harus diisi oleh pendamping pemilih tersebut''Pendamping harus menandatangani pernyataan dengan menggunakan formulir Model C5,'' katanya.
Dijelaskan, terkait sosialisasi penggunaan alat bantu ini, pihaknya bersama PPUA Penca telah melakukan pelatihan cara penggunaan dari alat bantu iniKarena tanpa sosialisasi yang baik, diyakini hasilnya pun kurang baik''Jangankan teman-teman yang kekurangan, kita saja pemilih normal masih banyak perlu penjelasan,'' ungkapnya.(sid/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pidana Pemilu, Minim Vonis
Redaktur : Tim Redaksi