KPU Hanya Beri Sumbangan ke Keluarga KPPS yang Meninggal

Jumat, 11 April 2014 – 20:40 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Malang benar nasib petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di negeri ini. Meski harus bekerja maksimal, tak boleh salah dalam bertugas dan bahkan ada yang harus bekerja hingga tengah malam, namun tidak mendapatkan asuransi.

Petugas hanya diberi honorarium, sedangkan apabila mengalami kecelakaan atau bahkan meninggal dunia seperti yang dialami tiga petugas KPPS di Lampung, Bengkulu dan Padang, Rabu (9/4) lalu,  hanya akan diberikan uang sumbangan seadanya.

BACA JUGA: KPU Pidanakan Pencoblos Surat Suara sebelum Pemilu

“Kita akan registrasi petugas-petugas yang meninggal dunia. Nanti kita akan kita beri sumbangan pada mereka (pihak keluarga),” ujar Ketua KPU, Husni Kamil Manik di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (11/4).

Menurut Husni, asuransi tidak diberikan karena memang tidak diatur dalam peraturan yang ada. Bahkan hal yang sama juga berlaku bagi Ketua maupun anggota KPU.

BACA JUGA: Inilah Daerah-daerah yang Gelar Pemungutan Suara Ulang

“Asuransi kan nggak ada dalam nomenklatur. Antara Ketua KPPS dan Ketua KPU kan sama saja, nggak ada asuransinya,” ujar mantan komisioner KPU Sumatera Barat ini.

Husni mengaku tidak bisa berbuat banyak. Demikian juga saat ditanya apakah beban kerja KPPS tidak bisa dipermudah sehingga dapat lebih cepat menyelesaikan tugas melaksanakan pemungutan suara, menurutnya pola yang ada sudah lebih sederhana dari pemilu sebelumnya.

BACA JUGA: Bawaslu: Panwaslu Kabupaten Bulungan Keliru

“Ini sudah termasuk yang lebih sederhana dari yang lalu-lalu. Saat ini kita kan pemilihannya di empat lembaga. Nah di 2019 dengan ditetapkannya pemilu serentak malah aka tambah satu lembaga lagi. Jadi memang harus kita akui walau yang sekarang sudah berat, sepertinya beban akan diperberat lagi,” katanya.(gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Cacat Hukum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler