KPU Prediksi 77 Paslon akan Bersaing

Rabu, 01 Maret 2017 – 08:21 WIB
Pilkada. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - KPU Provinsi NTT memperkirakan gong Pilkada serentak 2018 ditabuh pada Juli 2017. Dan, berdasarkan peta jumlah kursi, paling banyak terdapat 77 pasangan calon (Paslon).

Juru Bicara KPU Provinsi NTT, Yosafat Koli kepada Timor Express (Jawa Pos Group), Selasa (28/2) mengatakan KPU sudah menghitung jumlah kursi serta peluang jumlah calon independen di 10 kabupaten dan Pilgub. Oleh karena itu, total paling banyak adalah 77 pasangan calon atau 154 calon.

BACA JUGA: PKS Hanya Pertimbangkan Koalisi dengan Tiga Partai Ini

“Ini cukup banyak sehingga perlu kita persiapkan dengan baik. Tapi ini baru perkiraan berdasarkan kursi parpol,” kata Yosafat.

Untuk Pilgub, demikian Yosafat, diperkirakan maksimal jumlah calon adalah tujuh calon. Ketujuh calon itu yakni tiga dari jalur independen dan empat dari parpol. Namun, sejauh ini belum terdengar ada Cagub yang berani maju dari jalur independen.

BACA JUGA: Tahapan Pilgub Dimulai September

Ia juga mengatakan gong pilkada sudah harus ditabuh 11 bulan sebelum tahapan pencoblosan. KPU pusat telah menetapkan pencoblosan pilkada serentak ada di bulan Juni 2018. Artinya, 11 bulan sebelum itu atau tepatnya Juli 2017 tahapan pilkada sudah dimulai.

Saat ini KPU Provinsi NTT masih memantau pembahasan anggaran pilkada di kabupaten maupun di provinsi. Sejauh ini menurutnya tidak ada kendala. Ia berharap, KPU di daerah tidak mengalami kendala soal anggaran. Dengan demikian, pelaksanaan pilkada tidak terganggu.

BACA JUGA: Minimal 22.440 Lembar KTP

KPU NTT juga masih menunggu pertemuan dengan KPU kabupaten dan DPRD serta pemerintah kabupaten yang difasilitasi Pemprov NTT untuk membahas pelaksanaan Pilkada serentak. Hal ini sesuai dengan kesepakatan KPU bersama DPRD NTT dalam pertemuan di DPRD NTT beberapa waktu lalu.

“Kita masih menunggu respon dari Pemprov untuk pertemuan itu,” kata Yosafat.

Salah satu hal yang masih perlu dicari jalan keluarnya adalah soal pemeriksaan kesehatan calon. Pasalnya, jika betul ada 154 calon, maka perlu kerja ekstra keras saat pemeriksaan kesehatan. Apalagi waktu yang diberikan hanya tujuh hari. Oleh karena itu, Yosafat mengatakan masih perlu dibahas bersama pihak rumah sakit, BNN dan Himpsi selaku pihak-pihak yang akan terlibat dalam pemeriksaan kesehatan calon kepala dan wakil kepala daerah.

“Kita perlu pastikan kesiapan mereka seperti apa. Karena jumlah calon ini pasti banyak dan waktu yang disiapkan terbatas,” tandas Yosafat.

Dari 11 Pilkada yang akan digelar, Pilgub NTT akan lebih menyita perhatian. Selain skopnya lebih besar yakni tingkap provinsi, juga karena persaingan kali ini akan lebih fair. Mengingat petahana Gubernur Frans Lebu Raya tidak akan maju lagi. Dirinya sudah dua kali terpilih sebagai gubernur NTT.

Dari nama-nama yang beredar, masih didominasi oleh figur lama atau yang sebelumnya bersaing di Pilgub NTT 2013. Mereka antara lain Ibrahim Medah, Esthon Foenay, Benny Harman, Christian Rotok. Sementara wajah baru antara lain Daniel Tagu Dedo, Kristo Blasin, Lusia Adinda Lebu Raya, Raymundus Fernandes, Honing Sani yang saat ini gencar melakukan sosialisasi diri.(sam/ito/fri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saran JPPR untuk Ahok-Djarot dan Anies-Sandi


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler