Kreatif, Pastor di Polandia Tetap Menerima Pengakuan Dosa di Tengah Wabah Virus Corona

Rabu, 08 April 2020 – 19:05 WIB
Wabah virus corona tak menghentikan seorang pastor di Warsawa, Polandia, menerima pengakuan dosa dari jemaatnya. Foto: REUTERS/BRIAN SNYDER

jpnn.com, WARSAWA - Wabah virus corona tak menghentikan seorang pastor di Warsawa, Polandia, menerima pengakuan dosa dari jemaatnya. Dia membuat sistem drive-in di halaman gereja sehingga bisa memberi pelayanan sambil tetap mempraktikkan social distancing.

Romo Mateusz Kielarski duduk di sebuah kursi dan mengenakan masker bedah, mendengarkan pengakuan dosa para jemaat dan mendoakan mereka agar mendapat pengampunan. Selama proses itu berlangsung, para jemaat tetap berada dalam mobil.

BACA JUGA: WhatsApp dan YouTube Batasi Peredaran Informasi Tidak Benar soal Virus Corona

"Dari dalam mobilnya yang aman, mereka dapat merawat jiwanya selagi melindungi tubuh dari virus di tengah pandemi ini," kata Romo Kielarski.

Ribuan penganut Katolik Roma di seluruh dunia akan memperingati Hari Raya Paskah pada Jumat minggu ini. Paskah merupakan salah satu hari raya yang penting dalam Kalendar Kristiani. Perayaan itu akan diperingati di tengah aturan pembatasan pertemuan yang ketat oleh pemerintah demi menekan penularan virus.

BACA JUGA: Gelar Acara Keagamaan di Tengah Wabah Corona, Wali Kota Dijebloskan ke Penjara

Di Polandia, salah satu negara di Eropa yang cukup religius, perkumpulan orang dibatasi tidak boleh melebihi dua orang. Sementara itu, hanya lima orang yang diperkenankan mengikuti misa di satu tempat dan waktu yang sama.

Sekolah, restoran, dan sebagian besar pertokoan tutup mengikuti aturan ketat pemerintah yang ingin menekan penyebaran virus. COVID-19 yang disebabkan jenis baru virus corona (SARS-CoV-2) telah menewaskan lebih dari 100 orang di Polandia.

BACA JUGA: Turki Berencana Bebaskan Sepertiga Populasi Penjara demi Cegah Corona

Kielarski mengatakan meskipun pengakuan dosa itu dilakukan di ruangan terbuka, suasananya masih terasa intim. "(Proses) itu dapat dilakukan dengan tertutup, ada cukup banyak jarak," ujar dia.

Sejumlah gereja di Polandia membuka layanan sampai malam hari demi memenuhi kebutuhan pengakuan dosa para jemaat jelang Hari Raya Paskah.

"Solusi pengakuan dosa dari dalam mobil kemungkinan akan diterapkan kembali, jika terbukti berhasil," kata Tadeusz Aleksandrowicz, seorang imam paroki di Temple of Divine Providence, salah satu gereja terbesar di Warsawa, tempat Romo Kielarski bertugas.

Sementara itu, bagi Szymon, warga Polandia berusia 23 tahun asal Warsawa, opsi pengakuan dosa seperti itu dapat diterima.

"Prosesnya kurang lebih seperti layanan pesan lewat kendaraan di McDonalds', tetapi bukan itu yang saya pikirkan saat menyampaikan pengakuan dosa," kata dia.

"Saat ini yang penting, bukan persoalan tempatnya, (pengakuan dosa) dapat dilakukan di gereja, di alam terbuka, atau di dalam mobil," tambah dia. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler